- Minim Perhatian, Kelas Bocor Ganggu Aktivitas Belajar
- Polda Jatim Musnahkan 22,22 Kg Kokain Temuan Pesisir Sumenep
- Hendra Prayogi: Negara Salah Prioritas, Pendidikan Gratis Harus Didahulukan
- Hari Buruh, Direktur BPRS Bhakti Sumekar Dorong Kesejahteraan Pekerja
- GMNI Jatim di Hari Buruh, Tegas Lawan Sistem Kerja yang Memiskinkan
- BREAKING NEWS: Kades Pragaan Daya Sumenep Dikabarkan Ditangkap Kejari
- Peringati Hari Kartini, dr. Erliyati Tekankan Pentingnya Peran Perempuan di Sektor Kesehatan
- MBG Diduga Basi Ditolak Sekolah, Korwil SPPG Sumenep Pilih Diam
- MBG Ditolak Sekolah, SDN Lebeng Barat II Khawatirkan Kesehatan Siswa
- Antara Fakta dan Sensasi, Racikan Narasi di Dapur MBG
Program Upland Bawang Merah: Ketum BIDIK Warning DKPP Sumenep!

Keterangan Gambar : Didik Haryanto, Ketua Umum Barisan Investasi Demokrasi Informasi dan Keadilan (BIDIK) )
Sumenep, Angkasatunews.com — Program Upland khususnya untuk komoditas bawang merah, dapat sorotan dari Ketua Umum Barisan Investigasi Demokrasi Informasi dan Keadilan (BIDIK), Didik Haryanto, mengingatkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, untuntuk tidak main-main dalam program tersebut.
Didik menyampaikan, pihaknya mempunyai kekhawatiran terhadap pelaksanaan program unggulan Kementrian pertanian tersebut dibawah kepemimpinan kepala DKPP yang baru.
“Saya tidak meragukan kapabilitas kepala DKPP yang sekarang, tapi faktanya beliau tidak punya pengalaman sama sekali dalam mengelola program Upland. Yang saya khawatirkan, justru anak buah di bawahnya yang akan bermain-main,” tegasnya.
Baca Lainnya :
- Moh Zaki Warnai Konfercab PMII Sumenep 0
- Pimpinan DPRD Sumenep Didesak Segera Menindaklanjuti Surat Rekomendasi Penutupan Galian C0
- Disebut Sebagai Pemilik Tambang Galian C Ilegal di Batuputih, Kades Bullaan Menyangkal0
- Mantan Kades Juruan Daya Akui Bahwa Tambang Galian C di Batuputih Banyak dan Tidak Berizin0
- Pelabuhan Raas Sumenep Gelap Gulita, Penumpang Khawatir Barang Bawaannya Hilang0
Didik juga mengungkapkan bahwa, pihaknya mempunyai catatan tentang beberapa hal yang rawan dijadikan alat untuk memperkaya diri dan kelompok.
"Praktik manipulatif kerap terjadi dalam pelaksanaan program Upland di lapangan, mulai dari pengadaan bibit basah yang belum siap tanam, hingga rekayasa labelisasi bawang,"
Pihaknya juga telah melakukan kajian mendalam terhadap program Upland, termasuk dalam hal regulasi, mekanisme pengadaan, serta titik-titik rawan manipulasi.
“Kami bersama tim sudah membedah dengan intens seluruh aspek dari program ini. Semua potensi penyimpangan sudah kami petakan,” jelasnya.
Tidak hanya berhenti pada peringatan, Didik juga menyebut bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program Upland tahun ini.
“Kami akan mengawal ketat, dan kami minta semua pihak yang terlibat untuk jangan coba-coba bermain-main. Kami siap buka-bukaan ke publik kalau ada penyimpangan,” ujarnya serius.
Lebih lanjut, Didik mengungkapkan bahwa pihaknya telah menemukan indikasi awal pelanggaran petunjuk teknis (juknis) oleh DKPP. “Dari hasil kajian kami, sudah ada juknis yang dilanggar oleh DKPP. Nanti akan kami paparkan dengan data,” pungkasnya.
Program Upland diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani bawang merah di daerah dataran tinggi. Namun, pengelolaan yang tidak transparan dan penuh permainan akan mengancam tujuan mulia dari program tersebut.










