- Audiensi FKP ke Kapolres Baru Sumenep, Bicara Soal Galian C Ilegal Hingga Peredaran Narkoba
- Perang Nuklir Kemungkinan Terjadi, Update Teranyar Konflik India-Pakistan
- Ketua DPRD Suemenep Menolak Surat Rekomendasi Komisi III Soal Tambang Galian C Ilegal
- Program Upland Bawang Merah: Ketum BIDIK Warning DKPP Sumenep!
- BEM-KM UNIBA Madura Sukses Gelar Pelatihan Administrasi Untuk Seluruh Pengurus Ormawa
- Perkuat Literasi Keuangan Syariah, BPRS Bhakti Sumekar Luncurkan Program BBS Sekolah
- Moh Zaki Warnai Konfercab PMII Sumenep
- Catatan tentang Kondisi Dunia Olahraga di Kabupaten Sumenep
- Usai Berpisah dengan Red Spaks, Megawati Bertengger di Petrokimia Gresik
- Pimpinan DPRD Sumenep Didesak Segera Menindaklanjuti Surat Rekomendasi Penutupan Galian C
Asmara Berujung Petaka; Mahasiswi UTM Bangkalan Tewas Dibakar Sang Pacar

Keterangan Gambar : Warga menemukan korban tewas terbakar di bangunan terbengkalai (Foto:Istimewa).
Bangkalan, Angkasatunews.com - Seorang Mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang diketahui hamil dua bulan berinisial EJ (20) tewas ditangan kekasihnya sendiri.
Peristiwa itu terjadi di Pulau Madura, Bangkalan, Jawa Timur, pada Minggu, (01/12/2024). Korban yang merupakan warga Tulungagung itu tewas setelah lehernya dilukai, kepalanya dibacok lalu dibakar.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Risna Wijayati, mengatakan pelaku pembunuhan terhadap EJ sudah diamankan. Pelaku adalah pacar korban yang sama-sama masih berstatus mahasiswa di Madura, tapi beda kampus.
Baca Lainnya :
- Rebutan Lahan Parkir, Grand Openning Mie Gacoan Di Bangkalan Diwarnai Aksi Ricuh0
- Remaja 14 Tahun Di Lebak Bulus Tega Bunuh Ayah dan Neneknya, Ibu Alami Luka Tusuk Parah0
- Prabowo Umumkan UMP Di Tahun 2025 Naik 6,5%0
- Presiden Prabowo Resmi Umumkan Kenaikan Gaji Guru Tahun 20250
- Lagi, Polres Sumenep Kembali Tangkap Suami Bacok Istri Hingga Tewas 0
“Benar, pelakunya sudah diamankan. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan," kata Risna, Senin (02/12).
Pelaku bernama Mohammad Maulidi Al-Azhaq.
Kronologi Kejadian
Pembunuhan itu terjadi usai pelaku (Maulidi) dan korban berboncengan menggunakan sepeda motor menuju dukun pijat ke Desa Lantek Barat, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan. Mereka hendak menggugurkan kandungan.
Di tengah perjalanan, keduanya terlibat cekcok. Korban mengancam akan melapor ke kepolisian serta akan mendemo kampus pelaku jika tidak mau bertanggung jawab atas kehamilannya.
Pelaku Maulidi lalu emosi, kemudian menghentikan laju sepeda motornya di tempat sepi. Pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam jenis celurit dengan panjang sekitar 50 sentimeter dari pinggang sebelah kirinya.
Korban lalu dibacok pada bagian leher sebelah kiri. Korban sempat kabur menyelamatkan diri namun dikejar pelaku. Di situlah korban terus dibacok oleh pelaku hingga tewas.
Mengetahui korban tidak bernyawa, pelaku Maulidi menyeret korban ke dalam bangunan bekas tempat potong kayu atau somil. Kemudian pelaku pergi membeli bensin untuk membakar korban.
Namun, kobaran api yang ditinggalkan pelaku diketahui masyarakat setempat. Saat diperiksa warga, terdapat jasad manusia yang dibakar.
Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi. Pelaku Maulidi pun akhirnya ditangkap.
"Lengkapnya nanti akan disampaikan Bapak Kapolres. Nanti akan dirilis," pungkas Risna. *(adm/adit).