- Aktivitas Galian C Dekat Asta Tinggi Tuai Sorotan Paguyuban Potra-Potre Madura: Kesakralan Rusak!
- GMNI Jatim Tegas Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Ancam Hak Politik Rakyat
- Retrebusi Pantai Slopeng Diduga Tak Sesuai Perda, Kepala Disbudporapar Angkat Bicara
- Ratusan Tambak Udang di Sumenep Belum Berizin, DPRD Dorong Penertiban
- Dana Insentif Guru Diduga Dipotong Oknum, DPRD Sumenep Minta Korban Segera Lapor
- Pesan Tahun Baru dr. Erliyati untuk Warga Sumenep: Jaga Kesehatan Sejak Dini
- PMII UNIBA Madura Tantang Disbudporapar Tindak Tegas News Year Party Tak Berizin
- Disdik Sumenep Tantang Sebut Oknum Jika Ada Pemotongan Insentif Guru
- Dugaan Pemotongan Dana Insentif Guru Non ASN Mencuat di Sumenep
- Awal Tahun, Doa dan Harapan Petani Sumenep untuk Hasil Lebih Baik
Aktivitas Galian C Dekat Asta Tinggi Tuai Sorotan Paguyuban Potra-Potre Madura: Kesakralan Rusak!

Keterangan Gambar : Aktivitas Galian C yang berdekatan lansung menuai sorotan tajam Ketua Paguyuban Potra-Potre Madura, Putra Bady
Sumenep, angkasatunews.com– Aktivitas penambangan Galian C yang berada di sekitar kawasan Asta Tinggi Sumenep menuai perhatian dan keprihatinan dari berbagai pihak.
Lokasi penambangan tersebut dinilai berdekatan dengan situs bersejarah pemakaman Raja-Raja Sumenep yang memiliki nilai budaya, sejarah, dan spiritual bagi masyarakat Madura.
Asta Tinggi dikenal sebagai kawasan bersejarah yang telah berusia ratusan tahun dan menjadi salah satu simbol penting peradaban Sumenep. Selain sebagai destinasi wisata religi, kawasan ini juga memiliki nilai sakral yang hingga kini masih dijaga oleh masyarakat.
Baca Lainnya :
- Retrebusi Pantai Slopeng Diduga Tak Sesuai Perda, Kepala Disbudporapar Angkat Bicara0
- PMII UNIBA Madura Tantang Disbudporapar Tindak Tegas News Year Party Tak Berizin0
- Benefit Beasiswa: HIMAKSI UNIBA Madura Tantang Pelajar Akuntansi Se-Madura Di Lomba SBAC 20250
- Pengurus PMII UNIBA Dilantik, Rektor: UNIBA Besar karena PMII0
- 1.250 Mahasiswa Baru UNIBA Madura Resmi Dikukuhkan Lewat Tradisi Penyiraman0
Menanggapi hal tersebut, Paguyuban Potra Potre Budaya Madura menyampaikan sikapnya terkait aktivitas Galian C yang dinilai berpotensi mengganggu kelestarian kawasan bersejarah tersebut.
Ketua Umum Paguyuban Potra Potre Budaya Madura 2025–2026, Potra Bady, menyatakan bahwa Asta Tinggi bukan sekadar lokasi pemakaman, melainkan bagian dari identitas budaya Madura yang harus dijaga bersama.
“Asta Tinggi Sumenep adalah situs bersejarah dan makam Raja-Raja Sumenep yang memiliki nilai penting bagi budaya dan sejarah Madura. Kawasan seperti ini semestinya mendapatkan perlindungan, bukan justru berada dalam ancaman aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan dan nilai kesakralannya,” ujar Potra Bady.
Ia menegaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, situs yang memiliki nilai sejarah, meskipun belum seluruhnya ditetapkan secara administratif, tetap wajib dilindungi dari aktivitas yang dapat merusak.
“Kami tidak menolak pembangunan, tetapi pembangunan harus beriringan dengan pelestarian budaya. Jangan sampai kepentingan ekonomi jangka pendek mengorbankan warisan leluhur yang nilainya tidak tergantikan,” tegasnya.
Potra Bady serta seluruh Paguyuban Potra Potre Budaya Madura juga mengimbau pemerintah daerah dan instansi terkait agar mengevaluasi aktivitas Galian C tersebut secara menyeluruh, baik dari aspek perizinan, dampak lingkungan, maupun dampaknya terhadap kawasan bersejarah Asta Tinggi.
“Kami berharap ada langkah konkret berupa peninjauan ulang dan pengawasan ketat. Budaya Madura adalah amanah, dan Asta Tinggi adalah salah satu simbol kehormatan sejarah yang harus dijaga bersama,” pungkasnya.
Paguyuban Potra Potre Budaya Madura menyatakan siap untuk berdialog dan berkolaborasi dengan pemerintah serta masyarakat demi memastikan pelestarian budaya dan keselamatan lingkungan di Sumenep tetap terjaga.


.png)

_(1).png)




