Dipimpin Naghfir, Majelis Rotibul Haddad Sambung Sanad ke Ponpes Sukorejo

By angkasatu 12 Feb 2026, 17:43:14 WIB Dunia Islam
Dipimpin Naghfir, Majelis Rotibul Haddad Sambung Sanad ke Ponpes Sukorejo

Angkasatunews.com - Tradisi silaturahmi dan penyambungan sanad keilmuan kembali dilakukan oleh tokoh muda asal Kota Keris, Sumenep, Naghfir. Bersama rombongan Majelis Rotibul Haddad yang dipimpinnya, ia melakukan sowan ke Pengasuh Pondok Pesantren Sukorejo, Situbondo, sebagai bentuk penghormatan kepada guru sekaligus penguatan ukhuwah Islamiyah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi keilmuan pesantren yang selama ini diwariskan secara turun-temurun.

Dalam tradisi pesantren, sowan dan menyambung sanad bukan sekadar kegiatan seremonial. Hal itu merupakan simbol penghormatan terhadap guru, sekaligus penegasan bahwa ilmu dan akhlak lahir dari mata rantai keilmuan yang dijaga dengan kesungguhan dan ketulusan.

Baca Lainnya :

Rangkaian kegiatan ini akan mencapai puncaknya pada 7 April 2026 di Perumahan Griya Berkah Regency, Batuan, Sumenep. Pada momen tersebut dijadwalkan kehadiran KHR. Azaim Ibrahimy dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus tasyakuran Majelis Rotibul Haddad Naghfir.

Naghfir menyampaikan, kehadiran ulama dalam kegiatan tersebut memiliki makna spiritual mendalam karena menjadi sarana mempererat hubungan, menumbuhkan rasa hormat kepada guru, serta meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.

“Setiap pertemuan, setiap doa, dan setiap langkah silaturahmi adalah investasi spiritual yang pahalanya akan terus mengalir,” ujar Naghfir.

Naghfir, S.HI., S.H., M.Kn., yang juga dikenal sebagai penggerak Wakaf Berjamaah untuk pembangunan Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Maqomam Mahmuda di Batuan, menegaskan bahwa menjaga sanad merupakan tanggung jawab moral dalam dunia pendidikan Islam.

Menurutnya, sanad adalah jalur yang menghubungkan ilmu dengan para guru yang telah menempuh perjalanan panjang dalam menyalurkannya. Karena itu, menjaga sanad berarti menjaga kesinambungan cahaya ilmu agar tetap hidup dari generasi ke generasi.

Selain itu, silaturahmi kepada guru juga memiliki nilai spiritual yang tinggi. Melalui sowan, doa, dan penghormatan, seorang murid tidak hanya menjaga etika, tetapi juga menanamkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap generasi muda pesantren tidak sekadar hadir dalam kegiatan keagamaan, melainkan mampu memahami makna di balik tradisi tersebut.

“Saya berharap generasi penerus pesantren menyadari bahwa setiap sowan, salam hormat, dan doa kepada guru adalah bentuk penghargaan terhadap perjuangan ulama sekaligus cara menjaga warisan keilmuan agar tetap hidup dari generasi ke generasi,” tandasnya.

Melalui kegiatan ini, Majelis Rotibul Haddad Naghfir menunjukkan bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar, melainkan aliran kehidupan yang menghubungkan ilmu, akhlak, dan ukhuwah antara guru dan murid sepanjang masa. (Adm)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.