- HPN 2026, Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Tekankan Peran Strategis Pers
- Hadiri RS BHC Run 2026, MH Said Abdullah Tegaskan Komitmen Dukung Kesehatan Publik
- DKPP Sumenep Dorong Konsumsi Pangan Lokal demi Gizi Masyarakat
- Peringati Hari Gizi Nasional, RSUD Sumenep Ingatkan Pentingnya Makan Sehat
- Aktivitas Galian C Dekat Asta Tinggi Tuai Sorotan Paguyuban Potra-Potre Madura: Kesakralan Rusak!
- GMNI Jatim Tegas Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Ancam Hak Politik Rakyat
- Retrebusi Pantai Slopeng Diduga Tak Sesuai Perda, Kepala Disbudporapar Angkat Bicara
- Ratusan Tambak Udang di Sumenep Belum Berizin, DPRD Dorong Penertiban
- Dana Insentif Guru Diduga Dipotong Oknum, DPRD Sumenep Minta Korban Segera Lapor
- Pesan Tahun Baru dr. Erliyati untuk Warga Sumenep: Jaga Kesehatan Sejak Dini
Rebutan Lahan Parkir, Grand Openning Mie Gacoan Di Bangkalan Diwarnai Aksi Ricuh

Keterangan Gambar : Sejumlah personil mengamankan aksi kericuhan saat Gran Opening Mie Gacoan Bangkalan.
Bangkalan, Angkasatunews.com - Gerai Mie Gacoan di Jl. Tronojoyo No.15, pejagan, Bangkalan, Madura, tak habis dirundung masalah. Setelah sebelumnya sempat ditolak oleh sejumlah orang, kini aksi kericuhan terjadi di pembukaan Mie nomer satu di Indonesia itu, Sabtu, (30/11/2024).
Aksi Kericuhan sempat terekam dan viral di media sosial. Dalam rekaman terlihat, sekelompok pria beradu mulut, bahkan terjadi aksi penangkapan oleh personil Kepolisian.
Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya mengatakan, Pihaknya segera mengerahkan personil untuk mencegah kericuhan makin membesar. Bahkan Setelah petugas melakukan pengeledan, pihaknya mengamankan 3 orang yang membawa senjata tajam jenis Golok.
Baca Lainnya :
- Remaja 14 Tahun Di Lebak Bulus Tega Bunuh Ayah dan Neneknya, Ibu Alami Luka Tusuk Parah0
- Prabowo Umumkan UMP Di Tahun 2025 Naik 6,5%0
- Presiden Prabowo Resmi Umumkan Kenaikan Gaji Guru Tahun 20250
- Nobar dan Bedah Film “Pesta Oligarki”, Soroti Demokrasi dan Oligarki0
- Nia Kurnia Fauzi Soroti Kasus Suami Pukuli Istri Hingga Tewas0
“Personil lansung ke lokasi dan melakukan pengeledahan, hasilnya, terdapat tiga orang membawa Sajam yang disimpan di balik pakaianpakaian yang mereka kenakan,” jelasnya.
Peristiwa kericuhan itu, menurut Febri, terjadi karena dipicu oleh rebutan lahan parkir di area tersebut.
“Diduga rebutan lahan parkir, pengelolaannya nanti seperti apa, pemerintah yang akan menindak lanjuti,” pungkasnya.
Sementara itu, Pj Bupati Bangkalan Arief M Edie dalam keterangan pres mengatakan, pengelolaan lahan parkir memiliki landasan dan hukum yang tidak bisa dikelola secara asal-asalan. Menurutnya, pemungutan parkir liar merupakan tindakan premanisme.
“Jika pemungugan yang tidak memiliki landasan hukum, maka itu adalah pemalakan atau premanisme. Lebih lanjut ia menegaskan, “Tidak sembarang mengelola parkir. Harus izin dadi Dishub. Lalu untuk parkr di jalan umum, Jukir harus melapor dan saat menarik uang harus ada karcis,” tegasnya, Sabtu, (30/11/24).
Ia juga menghimbau bagi masyarakat Bangkalan untuk menaati regulasi yang sudah diatur. Selain itu, ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang terus menjaga Bangkalan untuk lebih maju.
“Saya berterimakasih kepada warga yang memajukan Bangkalan dan terus menjaga harga diri Bangkalan untuk tidak diatur dalam premanisme yang memalukan masyarakat,” pungkasnya. *(adm/adt)









