- Dr. Naghfir Wakafkan Buku untuk GP Ansor Sumenep, Tegaskan Penguatan Literasi Kader
- Sambut Imlek 2026, Wakil Ketua DPRD Sumenep Serukan Kebersamaan dan Toleransi
- Dari 4,5 Miliar Penerima MBG, Sebanyak 28 Ribu Dilaporkan Alami Keracunan
- Dipimpin Naghfir, Majelis Rotibul Haddad Sambung Sanad ke Ponpes Sukorejo
- Proyek Gudang Bawang Merah DKPP Sumenep Rp1 Miliar Menuai Sorotan Publik
- Momentum HPN, Kepala DKPP Sumenep Tekankan Peran Pers
- Momentum HPN, Direktur BPRS Sumenep Ungkap Pentingnya Peran Pers
- HPN 2026, Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Tekankan Peran Strategis Pers
- Hadiri RS BHC Run 2026, MH Said Abdullah Tegaskan Komitmen Dukung Kesehatan Publik
- DKPP Sumenep Dorong Konsumsi Pangan Lokal demi Gizi Masyarakat
Dr. Naghfir Wakafkan Buku untuk GP Ansor Sumenep, Tegaskan Penguatan Literasi Kader

Sumenep, angkasatunews.com - Komitmen penguatan literasi kader kembali ditegaskan oleh Dr. Naghfir melalui Naghfir’s Institute. Dalam momentum Khotmil Qur’an yang digelar Gerakan Pemuda Ansor Sumenep, ia menyerahkan wakaf buku sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan intelektual kader muda Nahdliyin.
Bagi Naghfir, wakaf buku bukan sekadar simbol seremonial, melainkan bagian dari gerakan membangun tradisi baca di lingkungan organisasi kepemudaan. Ia menilai, kader Ansor ke depan tidak cukup hanya kuat dalam militansi dan spiritualitas, tetapi juga harus memiliki keluasan wawasan dan kedalaman analisis.
“Kami ingin kader Ansor tumbuh sebagai generasi yang berpikir, membaca, dan melahirkan gagasan. Buku adalah fondasi peradaban. Dari sanalah lahir pemimpin yang berkarakter dan visioner,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Baca Lainnya :
- Sambut Imlek 2026, Wakil Ketua DPRD Sumenep Serukan Kebersamaan dan Toleransi0
- Dari 4,5 Miliar Penerima MBG, Sebanyak 28 Ribu Dilaporkan Alami Keracunan0
- Dipimpin Naghfir, Majelis Rotibul Haddad Sambung Sanad ke Ponpes Sukorejo0
- Proyek Gudang Bawang Merah DKPP Sumenep Rp1 Miliar Menuai Sorotan Publik0
- Momentum HPN, Kepala DKPP Sumenep Tekankan Peran Pers0
Sebagai akademisi dan praktisi hukum, Naghfir melihat tantangan zaman semakin kompleks. Arus informasi digital yang begitu cepat, menurutnya, menuntut kader memiliki kemampuan literasi yang matang agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun narasi provokatif.
Ia juga menegaskan bahwa Naghfir’s Institute akan terus berperan aktif dalam mendukung program-program literasi, mulai dari diskusi, bedah buku, hingga penguatan kapasitas intelektual kader secara berkelanjutan. Kolaborasi dengan organisasi kepemudaan, kata dia, menjadi bagian dari visi membangun sumber daya manusia yang unggul di Sumenep.
Wakaf buku tersebut diterima secara simbolis oleh Ketua GP Ansor Sumenep, KH. Qumri Rahman, di hadapan ratusan kader yang mengikuti rangkaian Khotmil Qur’an.
KH Qumri Rahman menyampaikan apresiasi atas kontribusi tersebut. Ia menilai tambahan referensi bacaan akan memperkaya proses kaderisasi dan memperkuat tradisi keilmuan di tubuh Ansor Sumenep.
Khotmil Qur’an berlangsung khidmat dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara berjamaah. Sinergi antara gerakan literasi dan penguatan spiritual ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya membangun kader yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing. (Adm)









