- Ketua DPD GMNI Jatim Soroti Prioritas, Pendidikan dan Kesehatan Gratis Didahulukan
- Hj. Toyyibah Tegaskan Komitmen Pelayanan Saat Pemberangkatan Umroh
- BPRS Bhakti Sumekar Ajak Warga Bijak Kelola THR Agar Tidak Habis Seketika
- Dies Natalis GMNI ke-72, Hairil Fajar: Perkuat Semangat Marhaenisme di Era Modern
- Kemenag Prediksi Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Hilal Belum Memenuhi Syarat
- Jelang Idul Fitri, Rumah Kebangsaan Jatim dan Polda Jatim Berbagi untuk Mahasiswa
- Bersama PAC PDI-P Guluk-Guluk, H. Abd Rahman Santuni Anak Yatim
- Ramadhan Peduli Warnai Kebersamaan Warga Pinggir Papas
- Peduli PKL di Bulan Ramadhan, Sulahuddin Salurkan Sembako dan Bukber Bersama PAC Lenteng
- GMNI Jawa Timur Minta Aparat Usut Tuntas Teror terhadap Aktivis Andrie Yunus
Dari 4,5 Miliar Penerima MBG, Sebanyak 28 Ribu Dilaporkan Alami Keracunan

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan data terbaru terkait kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan tercatat sekitar 28 ribu orang.
Pernyataan itu disampaikan saat peresmian 1.079 SPPG milik Polri di Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
Menurut Prabowo, angka tersebut berasal dari total sekitar 4,5 miliar porsi penerimaan manfaat program MBG. Secara persentase, jumlah penerima yang mengalami keracunan sangat kecil.
Baca Lainnya :
- Dipimpin Naghfir, Majelis Rotibul Haddad Sambung Sanad ke Ponpes Sukorejo0
- Proyek Gudang Bawang Merah DKPP Sumenep Rp1 Miliar Menuai Sorotan Publik0
- Momentum HPN, Kepala DKPP Sumenep Tekankan Peran Pers0
- Momentum HPN, Direktur BPRS Sumenep Ungkap Pentingnya Peran Pers0
- HPN 2026, Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Tekankan Peran Strategis Pers0
“Kurang lebih sudah 28 ribu penerima manfaat yang mengalami gangguan, seperti sakit perut dan sebagainya. Itu dari sekitar 4,5 miliar penerimaan,” ujarnya.
Jika dihitung, angka keracunan berada di kisaran 0,006 persen dari total penerima. Artinya, sekitar 99,994 persen penerima tidak mengalami keracunan dan program berjalan dengan tingkat keberhasilan yang sangat tinggi.
Prabowo menilai secara statistik capaian tersebut tergolong baik. Namun ia tetap meminta jajaran pelaksana untuk terus melakukan perbaikan agar angka kasus bisa ditekan lebih rendah lagi.
Ia juga mengingatkan agar tidak bersikap sombong atas capaian tersebut dan tetap menjaga kualitas pelaksanaan program demi keselamatan masyarakat. (Adm)










