- Khidmat untuk Umat, Program Rumah Yatim Ansor Lenteng Dipuji Kemenag Sumenep
- Skandal MBG Menggelinding, LSM Bidik Ingatkan Tak Ada Pejabat yang Kebal Hukum
- LSM Bidik Minta Kejagung dan KPK Turun Tangan, Periksa Dugaan Jual Beli Titik MBG di Madura
- GMNI Jatim : Pelemahan Rupiah Pertegas Pentingnya Kembali ke Jalan Berdikari Bung Karno
- Sempat Mengaku Tak Tahu, Pengelola SPPG Aeng Dake 2 Kini Sebut Keluhan Limbah Bohong
- Warga Pertanyakan Pengelolaan Limbah SPPG Al-Azhar Aeng Dake yang Menimbulkan Bau
- Merawat Api Perjuangan Sang Proklamator, Lenteng Bangun Sinergi Lintas Elemen
- Ketua PAC Lenteng : Semangat Pancasila Harus Hidup di Hati Milenial dan Gen Z
- Hari Lahir Pancasila, Direktur RSUD Sumenep Ajak Tenaga Kesehatan Perkuat Nilai Kemanusiaan
- Maknai Hari Lahir Pancasila, Didik Haryanto Sebut Batik Perekat Persatuan Bangsa
Puluhan Kader Ansor Digembleng Jadi Penggerak Umat

Sumenep, Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun kader muda Nahdliyin.
Melalui Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang digelar selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Mei 2026, puluhan pemuda dari berbagai daerah berkumpul di Aula Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Lenteng untuk ditempa menjadi kader militan dan berideologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Mengusung tema “Bertumbuh Bersama, Berdampak Nyata dalam Satu Misi Seribu Aksi”, kegiatan yang diinisiasi Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Lenteng itu diikuti sekitar 70 peserta dari berbagai daerah di Madura, seperti Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan. Bahkan, salah satu peserta diketahui berasal dari Sulawesi Barat dan saat ini menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Annuqayah.
Baca Lainnya :
- Minim Perhatian, Kelas Bocor Ganggu Aktivitas Belajar0
- Polda Jatim Musnahkan 22,22 Kg Kokain Temuan Pesisir Sumenep0
- Hendra Prayogi: Negara Salah Prioritas, Pendidikan Gratis Harus Didahulukan0
- Hari Buruh, Direktur BPRS Bhakti Sumekar Dorong Kesejahteraan Pekerja0
- GMNI Jatim di Hari Buruh, Tegas Lawan Sistem Kerja yang Memiskinkan0
Ketua PAC GP Ansor Lenteng, Musyfiqurrohman, mengungkapkan bahwa suksesnya kegiatan tersebut tidak lepas dari kerja keras dan konsolidasi panjang yang dilakukan bersama pengurus ranting, PAC hingga PC Ansor di berbagai daerah.
“Alhamdulillah, semangat teman-teman luar biasa. Dari proses komunikasi dan konsolidasi yang terus kami lakukan, akhirnya peserta yang hadir mencapai sekitar 60 sampai 70 orang, bahkan ada yang datang dari Sulawesi Barat,” ujarnya saat memberikan sambutan pembukaan, Jumat (15/5/2026).
Menurut Musyfiqurrohman, PKD bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan bagian dari upaya kaderisasi yang terstruktur di lingkungan NU Kecamatan Lenteng. Ia menilai regenerasi kepemimpinan menjadi kebutuhan penting agar roda organisasi terus bergerak aktif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Harapannya, lahir kader-kader yang siap mengabdi, aktif bergerak, dan mampu melanjutkan estafet perjuangan di lingkungan NU,” katanya.
Ia juga berharap keberadaan Ansor dan MWC NU Lenteng dapat menjadi contoh bagi kepengurusan NU di daerah lain, terutama dalam membangun organisasi yang aktif, solid dan produktif.
“Kami ingin Ansor dan MWC NU Lenteng menjadi miniatur NU yang hidup. Kaderisasinya berjalan, pengurusnya aktif berkhidmat, dan program-programnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sumenep, Adi Purnomo, menjelaskan bahwa PKD merupakan gerbang awal kaderisasi formal di tubuh GP Ansor, organisasi yang didirikan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah.
Menurutnya, PKD dirancang untuk membentuk kader yang memahami ideologi organisasi, nilai-nilai ke-NU-an, kepemimpinan, hingga nasionalisme.
“Ansor memiliki dua tugas besar dalam berkhidmat, yakni memperkuat konsolidasi dan mampu menjadi inspirasi,” ujarnya.
Adi menilai, ketika konsolidasi organisasi berjalan kuat, maka dampaknya akan melahirkan gerakan yang mampu menginspirasi banyak pihak untuk ikut bergerak bersama.
“Kalau konsolidasi sudah kuat, maka organisasi akan saling menguatkan dan saling menggerakkan. Dari situlah manfaat besar untuk umat bisa benar-benar dirasakan,” tandasnya.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya pulang membawa sertifikat kaderisasi, tetapi juga membawa semangat baru untuk membangun kolaborasi, memperkuat persatuan, dan menghidupkan gerakan sosial-keagamaan di wilayah masing-masing. (Adm)










