- Minim Perhatian, Kelas Bocor Ganggu Aktivitas Belajar
- Polda Jatim Musnahkan 22,22 Kg Kokain Temuan Pesisir Sumenep
- Hendra Prayogi: Negara Salah Prioritas, Pendidikan Gratis Harus Didahulukan
- Hari Buruh, Direktur BPRS Bhakti Sumekar Dorong Kesejahteraan Pekerja
- GMNI Jatim di Hari Buruh, Tegas Lawan Sistem Kerja yang Memiskinkan
- BREAKING NEWS: Kades Pragaan Daya Sumenep Dikabarkan Ditangkap Kejari
- Peringati Hari Kartini, dr. Erliyati Tekankan Pentingnya Peran Perempuan di Sektor Kesehatan
- MBG Diduga Basi Ditolak Sekolah, Korwil SPPG Sumenep Pilih Diam
- MBG Ditolak Sekolah, SDN Lebeng Barat II Khawatirkan Kesehatan Siswa
- Antara Fakta dan Sensasi, Racikan Narasi di Dapur MBG
Ketua DPD GMNI Jatim Soroti Prioritas, Pendidikan dan Kesehatan Gratis Didahulukan

Surabaya - Ketua DPD GMNI Jawa Timur, Hendra Prayogi, SH, menegaskan bahwa pemerintah perlu memprioritaskan program pendidikan dan kesehatan gratis sebelum menjalankan program makan bergizi gratis.
Hal tersebut disampaikan Hendra dalam sebuah pernyataan video yang beredar di publik. Ia menilai bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.
“Pendidikan gratis akan melahirkan generasi yang cerdas dan berdaya saing, sementara kesehatan gratis menjamin masyarakat bisa hidup layak dan produktif,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Hj. Toyyibah Tegaskan Komitmen Pelayanan Saat Pemberangkatan Umroh0
- BPRS Bhakti Sumekar Ajak Warga Bijak Kelola THR Agar Tidak Habis Seketika0
- Dies Natalis GMNI ke-72, Hairil Fajar: Perkuat Semangat Marhaenisme di Era Modern0
- Kemenag Prediksi Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Hilal Belum Memenuhi Syarat0
- Jelang Idul Fitri, Rumah Kebangsaan Jatim dan Polda Jatim Berbagi untuk Mahasiswa0
Menurutnya, program makan bergizi gratis memang memiliki tujuan yang baik, namun akan lebih optimal jika didukung oleh sistem pendidikan yang kuat dan layanan kesehatan yang merata.
Hendra juga menekankan pentingnya pemerintah dalam menyusun skala prioritas kebijakan, agar program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan utama masyarakat.
“Kalau pendidikan dan kesehatan sudah kuat, program lainnya akan lebih mudah berjalan dan tepat sasaran,” tambahnya. (Adm)










