- Dies Natalis GMNI ke-72, Hairil Fajar: Perkuat Semangat Marhaenisme di Era Modern
- Kemenag Prediksi Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Hilal Belum Memenuhi Syarat
- Jelang Idul Fitri, Rumah Kebangsaan Jatim dan Polda Jatim Berbagi untuk Mahasiswa
- Bersama PAC PDI-P Guluk-Guluk, H. Abd Rahman Santuni Anak Yatim
- Ramadhan Peduli Warnai Kebersamaan Warga Pinggir Papas
- Peduli PKL di Bulan Ramadhan, Sulahuddin Salurkan Sembako dan Bukber Bersama PAC Lenteng
- GMNI Jawa Timur Minta Aparat Usut Tuntas Teror terhadap Aktivis Andrie Yunus
- Sentuhan Kepedulian PAC PDI-P Lenteng untuk Anak Yatim
- Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim Peringati Nuzulul Quran di Lenteng Barat
- Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim di Lenteng Barat, Sulahuddin: Pemuda Harus Terus Bergerak
Dies Natalis GMNI ke-72, Hairil Fajar: Perkuat Semangat Marhaenisme di Era Modern

Sumenep - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) memperingati Dies Natalis ke-72 yang jatuh pada 23 Maret 1954 – 23 Maret 2026. Momentum ini menjadi ajang refleksi bagi seluruh kader untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan keberpihakan kepada rakyat.
Direktur BPRS Sumenep, Hairil Fajar, menegaskan bahwa perjalanan panjang GMNI selama lebih dari tujuh dekade menunjukkan konsistensi dalam memperjuangkan nilai-nilai nasionalisme dan marhaenisme.
“Dies Natalis ke-72 ini harus menjadi pengingat bahwa GMNI lahir dari semangat perjuangan rakyat. Kader GMNI harus tetap menjadi garda terdepan dalam membela kepentingan wong cilik,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Kemenag Prediksi Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Hilal Belum Memenuhi Syarat0
- Jelang Idul Fitri, Rumah Kebangsaan Jatim dan Polda Jatim Berbagi untuk Mahasiswa0
- Bersama PAC PDI-P Guluk-Guluk, H. Abd Rahman Santuni Anak Yatim0
- Ramadhan Peduli Warnai Kebersamaan Warga Pinggir Papas0
- Peduli PKL di Bulan Ramadhan, Sulahuddin Salurkan Sembako dan Bukber Bersama PAC Lenteng0
Ia juga menekankan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut kader GMNI untuk lebih adaptif, tanpa meninggalkan ideologi dasar organisasi. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menjawab persoalan sosial dan ekonomi dengan gagasan yang solutif.
Hairil Fajar menambahkan, sinergi antara mahasiswa dan berbagai sektor, termasuk lembaga keuangan, sangat penting dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah.
“Kolaborasi adalah kunci. Mahasiswa tidak hanya bergerak dalam wacana, tetapi juga harus hadir dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Peringatan Dies Natalis GMNI ke-72 ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi gerakan serta penguatan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang tetap berpijak pada nilai-nilai perjuangan bangsa. (Adm)









