- Dies Natalis GMNI ke-72, Hairil Fajar: Perkuat Semangat Marhaenisme di Era Modern
- Kemenag Prediksi Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Hilal Belum Memenuhi Syarat
- Jelang Idul Fitri, Rumah Kebangsaan Jatim dan Polda Jatim Berbagi untuk Mahasiswa
- Bersama PAC PDI-P Guluk-Guluk, H. Abd Rahman Santuni Anak Yatim
- Ramadhan Peduli Warnai Kebersamaan Warga Pinggir Papas
- Peduli PKL di Bulan Ramadhan, Sulahuddin Salurkan Sembako dan Bukber Bersama PAC Lenteng
- GMNI Jawa Timur Minta Aparat Usut Tuntas Teror terhadap Aktivis Andrie Yunus
- Sentuhan Kepedulian PAC PDI-P Lenteng untuk Anak Yatim
- Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim Peringati Nuzulul Quran di Lenteng Barat
- Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim di Lenteng Barat, Sulahuddin: Pemuda Harus Terus Bergerak
Kemenag Prediksi Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Hilal Belum Memenuhi Syarat

Surabaya - Kementerian Agama (Kemenag) memperkirakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Perkiraan ini muncul setelah tim pemantau hilal menilai posisi bulan belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan.
Dalam kajian astronomi, hilal pada 29 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026 memang sudah berada di atas ufuk. Namun, ketinggian dan jarak sudutnya dari matahari (elongasi) masih belum cukup untuk bisa terlihat secara kasat mata. Artinya, peluang hilal untuk dirukyat di berbagai wilayah Indonesia masih sangat kecil.
Kemenag mengacu pada kriteria MABIMS yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi sekitar 6,4 derajat. Berdasarkan data yang ada, posisi hilal saat itu belum mencapai batas tersebut. Kondisi ini membuka kemungkinan besar Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari.
Baca Lainnya :
- Jelang Idul Fitri, Rumah Kebangsaan Jatim dan Polda Jatim Berbagi untuk Mahasiswa0
- Bersama PAC PDI-P Guluk-Guluk, H. Abd Rahman Santuni Anak Yatim0
- Ramadhan Peduli Warnai Kebersamaan Warga Pinggir Papas0
- Peduli PKL di Bulan Ramadhan, Sulahuddin Salurkan Sembako dan Bukber Bersama PAC Lenteng0
- GMNI Jawa Timur Minta Aparat Usut Tuntas Teror terhadap Aktivis Andrie Yunus0
Jika skenario itu terjadi, maka 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026. Meski begitu, pemerintah menegaskan bahwa keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar pada 19 Maret, dengan mempertimbangkan laporan rukyat dari berbagai daerah.
Di sisi lain, potensi perbedaan penetapan Lebaran tetap ada. Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan Idul Fitri pada 20 Maret 2026 melalui metode hisab. Perbedaan ini dinilai sebagai hal yang biasa dalam penentuan kalender Hijriah di Indonesia.
Kemenag pun mengimbau masyarakat untuk tetap menunggu pengumuman resmi pemerintah dan menjaga suasana kebersamaan, meski terdapat kemungkinan perbedaan hari raya.









