- GMNI Jawa Timur Minta Aparat Usut Tuntas Teror terhadap Aktivis Andrie Yunus
- Sentuhan Kepedulian PAC PDI-P Lenteng untuk Anak Yatim
- Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim Peringati Nuzulul Quran di Lenteng Barat
- Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim di Lenteng Barat, Sulahuddin: Pemuda Harus Terus Bergerak
- Turba PAC PDI Perjuangan Lenteng, salurkan Sembako Kepada Janda dan Ibu Rumah Tangga
- PAC PDIP Rubaru Hadirkan 2.500 Paket Sembako untuk Warga, Dukungan MH Said Abdullah Nyata
- Ribuan Paket Sembako Disalurkan PAC PDIP Guluk-guluk, Untuk Warga Kurang Mampu
- PAC PDI Perjuangan Dasuk Bagikan 2.500 Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu
- Sinergi untuk Gizi, Dapur Melati Daramista Resmi Diluncurkan
- Megawati Datang, Kapten Red Sparks Hengkang di Bursa Transfer Liga Voli Korea
GMNI Jawa Timur Minta Aparat Usut Tuntas Teror terhadap Aktivis Andrie Yunus

Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Timur menyampaikan kecaman keras atas aksi penyiraman air keras yang menimpa aktivis Andrie Yunus. Insiden tersebut dinilai sebagai bentuk kekerasan yang mencoreng nilai demokrasi dan kemanusiaan.
Ketua DPD GMNI Jawa Timur, Hendra Prayogi, mengatakan bahwa tindakan brutal terhadap aktivis tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, peristiwa tersebut berpotensi mengancam kebebasan sipil serta ruang demokrasi di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pandangan maupun kritik di ruang publik tanpa tekanan atau ancaman kekerasan.
Baca Lainnya :
“Serangan terhadap saudara Andrie Yunus merupakan tindakan yang sangat tidak manusiawi. Negara harus hadir memastikan bahwa aktivis maupun masyarakat sipil dapat menyuarakan pendapatnya tanpa rasa takut,” kata Hendra.
GMNI Jawa Timur menilai, jika kasus kekerasan terhadap aktivis tidak ditangani secara serius, hal itu bisa memicu ketakutan di kalangan masyarakat sipil. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan mempersempit ruang demokrasi yang selama ini dijaga bersama.
Karena itu, pihaknya mendesak pemerintah serta aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah tegas. Hendra meminta agar pelaku penyiraman air keras segera diusut dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Selain itu, GMNI Jawa Timur juga meminta pemerintah, termasuk Presiden RI dan Kapolri, untuk memberikan jaminan perlindungan bagi para aktivis di seluruh Indonesia.
Menurut Hendra, negara memiliki tanggung jawab memastikan kebebasan berpendapat tetap terjaga sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.
“Penegakan hukum harus dilakukan secara transparan dan tegas. Jangan sampai tindakan kekerasan seperti ini terulang kembali,” ujarnya.
DPD GMNI Jawa Timur menegaskan akan terus mengawal isu ini serta mendorong terciptanya ruang demokrasi yang aman, terbuka, dan bebas dari intimidasi.
“Demokrasi hanya bisa tumbuh jika masyarakat merasa aman untuk bersuara,” pungkasnya. (Adm)









