- Warga Pertanyakan Pengelolaan Limbah SPPG Al-Azhar Aeng Dake yang Menimbulkan Bau
- Merawat Api Perjuangan Sang Proklamator, Lenteng Bangun Sinergi Lintas Elemen
- Ketua PAC Lenteng : Semangat Pancasila Harus Hidup di Hati Milenial dan Gen Z
- Hari Lahir Pancasila, Direktur RSUD Sumenep Ajak Tenaga Kesehatan Perkuat Nilai Kemanusiaan
- Maknai Hari Lahir Pancasila, Didik Haryanto Sebut Batik Perekat Persatuan Bangsa
- Ketua KNPI Sumenep Ajak Pemuda Jadikan Pancasila Sebagai Pedoman Aksi Nyata
- Mari Kita Buat MR Ball Lebih Megah
- Puluhan Kader Ansor Digembleng Jadi Penggerak Umat
- Minim Perhatian, Kelas Bocor Ganggu Aktivitas Belajar
- Polda Jatim Musnahkan 22,22 Kg Kokain Temuan Pesisir Sumenep
Warga Pertanyakan Pengelolaan Limbah SPPG Al-Azhar Aeng Dake yang Menimbulkan Bau

Sumenep, Sejumlah warga Desa Aeng Dake, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, mengeluhkan aroma tidak sedap yang diduga berasal dari limbah operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al-Azhar Aeng Dake.
Keluhan tersebut muncul karena bau menyengat yang tercium hampir setiap hari dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar, termasuk aktivitas belajar mengajar di sebuah Taman Kanak-Kanak (TK) yang berada tidak jauh dari lokasi.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kondisi tersebut sudah beberapa kali menjadi perbincangan masyarakat. Menurutnya, bau limbah kerap tercium pada jam-jam tertentu dan cukup mengganggu lingkungan sekitar.
Baca Lainnya :
- Merawat Api Perjuangan Sang Proklamator, Lenteng Bangun Sinergi Lintas Elemen0
- Ketua PAC Lenteng : Semangat Pancasila Harus Hidup di Hati Milenial dan Gen Z0
- Hari Lahir Pancasila, Direktur RSUD Sumenep Ajak Tenaga Kesehatan Perkuat Nilai Kemanusiaan0
- Maknai Hari Lahir Pancasila, Didik Haryanto Sebut Batik Perekat Persatuan Bangsa0
- Ketua KNPI Sumenep Ajak Pemuda Jadikan Pancasila Sebagai Pedoman Aksi Nyata0
“Yang paling kasihan anak-anak TK. Saat kegiatan belajar berlangsung, kadang tercium bau yang cukup menyengat. Kami berharap ada perhatian agar masalah ini segera ditangani,” ujarnya.
Warga lainnya juga berharap pihak pengelola SPPG dapat melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan limbah agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.
Menurut warga, keberadaan program pelayanan gizi tentu memiliki tujuan yang baik. Namun, pengelolaan limbah juga harus menjadi perhatian serius agar tidak menimbulkan keluhan dari masyarakat sekitar.
“Kami mendukung program yang dijalankan. Hanya saja, limbahnya harus benar-benar dikelola dengan baik supaya tidak mengganggu warga dan sekolah yang berada di dekat lokasi,” kata sumber tersebut.
Hingga berita ini ditulis, Kepala dapur Yayasan Al-Azhar Aeng Dake, Arief Kurniawan, saat dihubungi via seluler, belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.
Masyarakat berharap adanya langkah cepat dari pihak terkait untuk melakukan pengecekan lapangan serta mencari solusi agar aktivitas pelayanan gizi dapat berjalan berdampingan dengan kenyamanan. (Adm)









