- Merawat Api Perjuangan Sang Proklamator, Lenteng Bangun Sinergi Lintas Elemen
- Ketua PAC Lenteng : Semangat Pancasila Harus Hidup di Hati Milenial dan Gen Z
- Hari Lahir Pancasila, Direktur RSUD Sumenep Ajak Tenaga Kesehatan Perkuat Nilai Kemanusiaan
- Maknai Hari Lahir Pancasila, Didik Haryanto Sebut Batik Perekat Persatuan Bangsa
- Ketua KNPI Sumenep Ajak Pemuda Jadikan Pancasila Sebagai Pedoman Aksi Nyata
- Mari Kita Buat MR Ball Lebih Megah
- Puluhan Kader Ansor Digembleng Jadi Penggerak Umat
- Minim Perhatian, Kelas Bocor Ganggu Aktivitas Belajar
- Polda Jatim Musnahkan 22,22 Kg Kokain Temuan Pesisir Sumenep
- Hendra Prayogi: Negara Salah Prioritas, Pendidikan Gratis Harus Didahulukan
Merawat Api Perjuangan Sang Proklamator, Lenteng Bangun Sinergi Lintas Elemen

Sumenep - Di bulan yang selalu lekat dengan nama Bung Karno, Kecamatan Lenteng kembali menyalakan semangat persatuan melalui kegiatan Doa untuk Sang Proklamator, bagian dari rangkaian Kalender Event Juni Bulan Bung Karno 2026.
Dalam suasana khidmat, doa-doa dipanjatkan bukan hanya untuk mengenang jasa Sang Proklamator, tetapi juga untuk merawat cita-cita besar yang diwariskannya: persatuan, gotong royong, dan kebersamaan.
Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama DPD KNPI Sumenep ini dipusatkan di Pendopo Agung Keraton Sumenep dan diikuti secara virtual oleh seluruh 26 kecamatan se-Kabupaten Sumenep, termasuk Kecamatan Lenteng.
Baca Lainnya :
- Ketua PAC Lenteng : Semangat Pancasila Harus Hidup di Hati Milenial dan Gen Z0
- Hari Lahir Pancasila, Direktur RSUD Sumenep Ajak Tenaga Kesehatan Perkuat Nilai Kemanusiaan0
- Maknai Hari Lahir Pancasila, Didik Haryanto Sebut Batik Perekat Persatuan Bangsa0
- Ketua KNPI Sumenep Ajak Pemuda Jadikan Pancasila Sebagai Pedoman Aksi Nyata0
- Mari Kita Buat MR Ball Lebih Megah0
Di Kecamatan Lenteng, acara dihadiri oleh Camat Lenteng Ir. Supardi, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Lenteng Musfik, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Lenteng Mustakim, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Camat Lenteng Ir. Supardi menyampaikan bahwa Bulan Bung Karno harus dimaknai sebagai momentum memperkuat persatuan dan kolaborasi antar elemen masyarakat.
Menurutnya, pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh komponen bangsa.
"Bung Karno telah mewariskan nilai persatuan yang menjadi fondasi bangsa ini. Melalui doa bersama ini, kita tidak hanya mengenang perjuangan beliau, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus bergandengan tangan membangun Kecamatan Lenteng yang harmonis dan maju," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Lenteng Musfik menilai kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam semangat kebangsaan yang sama.
"Doa yang kita panjatkan malam ini menjadi simbol bahwa perbedaan bukan penghalang untuk bersatu. Justru dari keberagaman itulah lahir kekuatan untuk saling mendukung dan bergotong royong demi kemajuan daerah," katanya.
Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Lenteng Mustakim menambahkan bahwa semangat Bung Karno harus terus hidup dalam tindakan nyata, bukan sekadar dikenang melalui seremoni.
"Bung Karno mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga persatuan. Hari ini kita duduk bersama, berdoa bersama, dan menunjukkan bahwa kebersamaan adalah modal terbesar untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan," tuturnya.
Di bawah langit Juni yang sarat dengan jejak sejarah Sang Proklamator, masyarakat Lenteng kembali meneguhkan satu pesan sederhana namun mendalam bahwa, persatuan adalah warisan paling berharga yang harus terus dirawat. Sebab ketika tangan-tangan yang berbeda saling menggenggam, cita-cita besar bangsa akan tetap menemukan jalannya menuju masa depan.









