GMNI Jatim : Pelemahan Rupiah Pertegas Pentingnya Kembali ke Jalan Berdikari Bung Karno

By angkasatu 06 Jun 2026, 15:33:52 WIB Nasional
GMNI Jatim : Pelemahan Rupiah Pertegas Pentingnya Kembali ke Jalan Berdikari Bung Karno

Surabaya - Momentum Hari Lahir Bung Karno yang diperingati setiap 6 Juni dimaknai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Timur sebagai pengingat pentingnya memperkuat kembali semangat berdikari di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi bangsa saat ini.

Ketua DPD GMNI Jawa Timur, Hendra Prayogi, menilai pelemahan nilai tukar rupiah tidak bisa dipandang semata sebagai persoalan pasar keuangan. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan gejala yang menunjukkan masih adanya persoalan mendasar dalam struktur ekonomi nasional.

"Pelemahan rupiah harus menjadi alarm bagi bangsa Indonesia untuk kembali menguatkan semangat berdikari sebagaimana yang dicita-citakan Bung Karno. Hari Lahir Bung Karno tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus menjadi momentum refleksi terhadap arah pembangunan dan kemandirian ekonomi bangsa," ujar Hendra Prayogi dalam keterangannya, Jumat (6/6/2026).

Baca Lainnya :

Ia menjelaskan, dampak pelemahan rupiah pada akhirnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kenaikan harga kebutuhan pokok, meningkatnya biaya produksi, hingga berkurangnya daya beli rakyat. Karena itu, menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat dilepaskan dari tingginya ketergantungan terhadap impor dan pengaruh faktor eksternal terhadap perekonomian nasional.

Hendra menegaskan bahwa gagasan berdikari yang diperkenalkan Bung Karno tetap relevan di tengah dinamika ekonomi global saat ini. Berdikari, kata dia, bukan sekadar slogan politik, melainkan strategi pembangunan yang menempatkan kemampuan bangsa sendiri sebagai fondasi utama dalam mencapai kesejahteraan.

"Indonesia harus berani memperkuat industri nasional, meningkatkan kemandirian pangan dan energi, serta memastikan kekayaan alam dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Semangat inilah yang menjadi inti dari ajaran Bung Karno tentang berdikari," tegasnya.

Sebagai organisasi perjuangan yang berlandaskan Marhaenisme, GMNI Jawa Timur juga mengingatkan pentingnya menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945. Pasal tersebut menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan cabang-cabang produksi yang penting bagi negara harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Menurut Hendra, pembangunan nasional harus mampu menempatkan rakyat sebagai subjek utama. Ketergantungan yang berlebihan terhadap impor, modal spekulatif, maupun mekanisme pasar yang tidak terkendali berpotensi mempersempit ruang kedaulatan bangsa dalam menentukan arah pembangunannya sendiri.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, GMNI Jawa Timur mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan peringatan Hari Lahir Bung Karno sebagai momentum menyalakan kembali api perjuangan menuju Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan berkeadilan sosial.

"Mengenang Bung Karno bukan hanya mengenang sosok proklamator. Lebih dari itu, kita harus menghidupkan kembali keberanian untuk melawan ketergantungan, memperkuat kedaulatan ekonomi, dan memastikan pembangunan benar-benar berpihak kepada rakyat," pungkasnya.

Peringatan Hari Lahir Bung Karno tahun ini pun menjadi pengingat bahwa cita-cita Indonesia yang merdeka secara politik harus berjalan seiring dengan terwujudnya kemandirian ekonomi. Di tengah tekanan terhadap rupiah dan tantangan global yang terus berkembang, semangat berdikari yang diwariskan Bung Karno kembali menemukan relevansinya untuk menjawab kebutuhan zaman. (Adm)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.