- PT Galaksi Yakusa Pers Layangkan Surat Keberatan Terbuka kepada UNIBA, Soroti Pembatalan Musicvers 2
- Mitra MBG di Jatim Cemas Kebijakan Baru, Khawatir Operasional Dapur dan Nasib Pekerja Terganggu
- Evaluasi MBG hingga Koperasi Merah Putih, Ini Sikap Cipayung Plus Jatim
- PRNU Lenteng Barat Luncurkan Program Kambing Bergilir, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga NU
- BRI Sumenep Hormati Proses Hukum Kasus Dugaan Fraud, Tegaskan Kebijakan Zero Tolerance
- HIMA 2026 Perkenalkan Logo Baru, Gaungkan Semangat Generasi Emas
- Grafiti Bernada Protes Ekonomi Muncul di Malang, Sentil Mahalanya Harga Kebutuhan
- Khidmat untuk Umat, Program Rumah Yatim Ansor Lenteng Dipuji Kemenag Sumenep
- Skandal MBG Menggelinding, LSM Bidik Ingatkan Tak Ada Pejabat yang Kebal Hukum
- LSM Bidik Minta Kejagung dan KPK Turun Tangan, Periksa Dugaan Jual Beli Titik MBG di Madura
1 Zulhijah 1446 H Jatuh pada 28 Mei, Idul Adha 6 Juni 2025

Keterangan Gambar : Kementrian Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar menyampaikan keputusan sidang isbat
Jakarta, Angkasatunews.com — Pemerintah melalui sidang isbat yang digelar Selasa (27/5), menetapkan 1 Zulhijah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025. Dengan demikian, Idul Adha akan dilaksanakan pada Jumat, 6 Juni 2025.
"Setelah menerima laporan dari para pelaku rukyat dari berbagai titik di Indonesia, kita bisa menyimpulkan bahwa tanggal 1 Zulhijah jatuh pada hari Rabu, 28 Mei 2025. Sehingga 10 Zulhijah atau Idul Adha bertepatan dengan Jumat, 6 Juni 2025," kata Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di Jakarta.
Ia pun mengajak umat Islam menunaikan salat Idul Adha pada tanggal tersebut. "Mari kita melaksanakan salat Idul Adha pada hari Jumat, tanggal 6 Juni 2025," ucapnya.
Baca Lainnya :
- Trump Pangkas Dana NASA, Upaya Pertahanan Bumi Terancam? 0
- MenPANRB Soroti Usulan Perpanjangan Usia Pensiun ASN, Wanti-Wanti Dampak Anggaran dan Sistem Karier0
- Trump Larang Universitas di AS Terima Mahasiswa Asing, Harvard Jadi Sasaran Utama0
- Maruarar Sirait Heran 70 Kepala Daerah Abaikan Aturan Ini0
- Film Indonesia Tampil di Ajang Tertua Dunia, Venice Film Festival 20250
Penetapan ini berdasarkan hisab dan rukyat, serta memenuhi kriteria MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura). Kementerian Agama memantau hilal di 114 lokasi, dibantu BMKG dan ormas Islam.
Cecep Nurwendaya dari Tim Hisab Rukyat Kemenag menjelaskan bahwa sebagian wilayah Aceh telah memenuhi kriteria visibilitas hilal, dengan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Sebagai informasi, Indonesia menganut prinsip wilayatul hukmi dalam menentukan hari raya, maka ketetapan ini berlaku secara nasional.










