- Khidmat untuk Umat, Program Rumah Yatim Ansor Lenteng Dipuji Kemenag Sumenep
- Skandal MBG Menggelinding, LSM Bidik Ingatkan Tak Ada Pejabat yang Kebal Hukum
- LSM Bidik Minta Kejagung dan KPK Turun Tangan, Periksa Dugaan Jual Beli Titik MBG di Madura
- GMNI Jatim : Pelemahan Rupiah Pertegas Pentingnya Kembali ke Jalan Berdikari Bung Karno
- Sempat Mengaku Tak Tahu, Pengelola SPPG Aeng Dake 2 Kini Sebut Keluhan Limbah Bohong
- Warga Pertanyakan Pengelolaan Limbah SPPG Al-Azhar Aeng Dake yang Menimbulkan Bau
- Merawat Api Perjuangan Sang Proklamator, Lenteng Bangun Sinergi Lintas Elemen
- Ketua PAC Lenteng : Semangat Pancasila Harus Hidup di Hati Milenial dan Gen Z
- Hari Lahir Pancasila, Direktur RSUD Sumenep Ajak Tenaga Kesehatan Perkuat Nilai Kemanusiaan
- Maknai Hari Lahir Pancasila, Didik Haryanto Sebut Batik Perekat Persatuan Bangsa
Tiga Pengguna Sabu Diamankan di RSUD Abuya, Iip Suriyanto: Ini Tamparan Keras bagi Dunia Kesehatan

Keterangan Gambar : Tiga Pengguna Sabu Diamankan di RSUD Abuya, Iip Suriyanto: Ini Tamparan Keras bagi Dunia Kesehatan
Sumenep, Angkasatunews.com — Penangkapan tiga individu yang diduga mengonsumsi sabu di area RSUD Abuya kembali mencoreng institusi medis pada Selasa (24/06/2025), lalu.
Seorang mahasiswa Kangean (Formaka), Iip Suriyanto, menilai kasus ini sebagai tamparan keras bagi dunia kesehatan, khususnya institusi pelayanan medis yang seharusnya menjadi garda terdepan penyelamatan masyarakat.
“Ini bukan hanya pelanggaran hukum biasa, tapi juga kegagalan moral dan etika. Rumah sakit seharusnya menjadi tempat yang bersih dan aman, bukan ruang bagi penyalahgunaan narkoba,” ujar Iip saat dimintai tanggapan.
Baca Lainnya :
- Perkuat Komitmen Membangun Madura, UNIBA Madura Tambah Tiga Program Studi Strategis0
- 700 Alumni Hadiri Reuni Akbar Mathlabul Ulum 2025, KH Imam Hodri TF: Tekankan Soliditas dan Loyalita0
- BEM KM UNIBA Madura Gelar Seminar Pencegahan Narkotika bertajuk: Muda Berkarya Tanpa Narkoba0
- Abdillah Rosyid dan Nur Intan Hamida Universe Keluar Sebagai Winner Potra Potre Budaya Madura 20250
- Tolak Survei Seismik Migas Kangean, GMK Gelar Demonstrasi: Kangean Bukan Ladang Eksploitasi!0
Menurutnya, keterlibatan narkoba di lingkungan rumah sakit terlebih jika melibatkan tenaga kesehatan atau staf internal merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan publik.
“RSUD Abuya sebagai fasilitas kesehatan milik pemerintah seharusnya menjadi benteng profesionalisme, bukan justru terlibat dalam praktik yang membahayakan keselamatan pasien,” lanjutnya.
Iip mendorong pihak manajemen rumah sakit untuk segera mengambil langkah tegas, salah satunya dengan menggelar tes urine menyeluruh terhadap seluruh pegawai.
“Tes urine wajib dilakukan, bukan untuk menghakimi, tetapi sebagai komitmen membersihkan institusi dari pengaruh narkoba. Pelaksanaannya harus diawasi lembaga berwenang seperti BNN atau kepolisian agar objektif dan sah secara hukum,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya reformasi internal di sektor kesehatan agar kejadian serupa tidak terulang. Menurutnya, rumah sakit harus menjadi zona steril dari narkoba, karena masyarakat berhak mendapatkan pelayanan medis yang aman, bersih, dan bebas dari ancaman zat terlarang.
“Ini momen refleksi. Sudah saatnya institusi kesehatan memperkuat pengawasan dan menjunjung tinggi integritas. Kita tidak bisa menoleransi narkoba di tempat yang seharusnya menyelamatkan nyawa,” pungkasnya.










