- BPRS Bhakti Sumekar Ajak Warga Bijak Kelola THR Agar Tidak Habis Seketika
- Dies Natalis GMNI ke-72, Hairil Fajar: Perkuat Semangat Marhaenisme di Era Modern
- Kemenag Prediksi Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Hilal Belum Memenuhi Syarat
- Jelang Idul Fitri, Rumah Kebangsaan Jatim dan Polda Jatim Berbagi untuk Mahasiswa
- Bersama PAC PDI-P Guluk-Guluk, H. Abd Rahman Santuni Anak Yatim
- Ramadhan Peduli Warnai Kebersamaan Warga Pinggir Papas
- Peduli PKL di Bulan Ramadhan, Sulahuddin Salurkan Sembako dan Bukber Bersama PAC Lenteng
- GMNI Jawa Timur Minta Aparat Usut Tuntas Teror terhadap Aktivis Andrie Yunus
- Sentuhan Kepedulian PAC PDI-P Lenteng untuk Anak Yatim
- Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim Peringati Nuzulul Quran di Lenteng Barat
Film Indonesia Tampil di Ajang Tertua Dunia, Venice Film Festival 2025

Keterangan Gambar : Mentri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon bertemu dengan Direktur Venisia Alberto Barbera
Jakarta, Angkasatunews.com — Empat film Indonesia dijadwalkan tampil di ajang Festival Film Internasional Venesia 2025, yang akan berlangsung pada 27 Agustus hingga 6 September di Venesia, Italia.
Dalam siaran pers Kementerian Kebudayaan yang dirilis di Jakarta, Senin, disebutkan bahwa film yang akan mewakili Indonesia antara lain Monster Pabrik Rambut atau Sleep No More arahan sutradara Edwin, serta Pangku, debut penyutradaraan aktor Reza Rahadian.
Dua film lainnya yang turut dikirim yakni Para Perasuk atau Levitating, karya Wregas Bhanuteja, dan The Fox King, hasil kolaborasi antara produser Indonesia Yulia Evina Bhara dan produser Malaysia Edmund Yeo.
Baca Lainnya :
- iPhone 17 Air Bocor: Bodi Super Tipis, Baterai Cuma 2.800 mAh?0
- PPIH Saudi Terbitkan Surat Edaran Penggabungan Jamaah Haji Yang Terpisah0
- Dari Gong Keramaian: Manding Distrik Festifal 2025 Resmi Dibuka0
- Komdigi Blokir Enam Grup Facebook, Termasuk Grup ‘Fantasi Sedarah’0
- China Desak AS Hentikan Kebijakan Proteksionis terhadap Perusahaan Teknologi dan Sektor AI0
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa Indonesia siap berpartisipasi dalam berbagai festival film internasional, termasuk Venice International Film Festival—festival film tertua di dunia.
"Saya meyakini bahwa kehadiran film Indonesia di kancah internasional merupakan bentuk diplomasi budaya yang efektif dalam mengenalkan budaya dan identitas bangsa," ujarnya.
Dalam rangka memperkuat kerja sama global di sektor perfilman sekaligus meningkatkan visibilitas sinema Indonesia di tingkat dunia, Fadli Zon melakukan pertemuan dengan Direktur Artistik Venice Film Festival, Alberto Barbera.
Pertemuan tersebut juga dihadiri sineas ternama Garin Nugroho, dan membahas kesiapan Indonesia untuk ambil bagian dalam Festival Film Internasional Venesia 2025.
Fadli juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menyambut peluang kerja sama dengan pihak penyelenggara, termasuk kemungkinan menjadikan Indonesia sebagai negara fokus dalam Venice Bridge Financing Market pada Agustus 2025 mendatang.
"Kementerian Kebudayaan berkomitmen membangun kolaborasi jangka panjang dengan Venice Film Festival, serta membuka ruang kerja sama strategis guna memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui medium sinema," katanya.










