- BPRS Bhakti Sumekar Ajak Warga Bijak Kelola THR Agar Tidak Habis Seketika
- Dies Natalis GMNI ke-72, Hairil Fajar: Perkuat Semangat Marhaenisme di Era Modern
- Kemenag Prediksi Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Hilal Belum Memenuhi Syarat
- Jelang Idul Fitri, Rumah Kebangsaan Jatim dan Polda Jatim Berbagi untuk Mahasiswa
- Bersama PAC PDI-P Guluk-Guluk, H. Abd Rahman Santuni Anak Yatim
- Ramadhan Peduli Warnai Kebersamaan Warga Pinggir Papas
- Peduli PKL di Bulan Ramadhan, Sulahuddin Salurkan Sembako dan Bukber Bersama PAC Lenteng
- GMNI Jawa Timur Minta Aparat Usut Tuntas Teror terhadap Aktivis Andrie Yunus
- Sentuhan Kepedulian PAC PDI-P Lenteng untuk Anak Yatim
- Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim Peringati Nuzulul Quran di Lenteng Barat
Dari Gong Keramaian: Manding Distrik Festifal 2025 Resmi Dibuka

Keterangan Gambar : Kepala Disbudporapar Sumenep, H. Moh. Iksan mencoba kuliner Manding Distrik Festifal. (Foto:Java Network)
Sumenep, Angkasatunews.com — Minggu malam (18/5/2025), Manding, Sumenep, benar-benar hidup. Gema budaya memecah langit malam saat Manding Distrik Festival 2025 resmi dibuka. Selama 15 hari ke depan, Lapangan Kecamatan Manding bakal disulap jadi panggung kolaborasi seni, kuliner, dan hiburan rakyat—semuanya tersaji sampai 1 Juni nanti.
Bukan pembukaan biasa, gong bertalu ditabuh langsung oleh Kepala Disbudporapar Sumenep, H. Moh. Iksan, menandai dimulainya rangkaian festival yang sangat meriah.
Tahun ini, festival datang dengan semangat baru: lebih segar, lebih terbuka, dan makin memberdayakan potensi lokal.
Baca Lainnya :
- Ketika Rotan Menari Di Pantai Badur: Ojung 2025 Ajang Tradisi Dan Promosi Wisata0
- Usai Solat Jumat, Rakyat Bergerak: GEMPAR Tuntut Pertanggungjawaban Puskesmas Pragaan 0
- Presma UNIBA Madura Tinjau Lokasi Banjir: Singgung Rumah Sakit Baru Biang Keladinya0
- Banjir Makin Meluas, Galian C Merajalela: DEM Tuding Pemda & DPRD Sumenep Abai0
- Sumenep Dikepung Sampah Dan Banjir, BEM UNIBA: DLH Bangun Saat Viral? 0
Panggung pertama langsung dibakar oleh grup musik tradisional Tongtong Pangeran Soengenep. Denting alat musik tradisional berpadu dengan atraksi enerjik sukses menyulut semangat ribuan penonton yang memadati lapangan.
Di malam selanjutnya, panggung-panggung akan diisi ragam kesenian Madura. Tarian tradisional, pertunjukan rakyat, hingga atraksi yang dibungkus kekinian tetap menjaga rasa budaya—semua jadi bukti bahwa manding ingin menjaga tradisi meski zaman berubah.
Banyak yang datang membawa keluarga, pasar malam jadi daya tarik utama. Deretan lampu warna-warni, tawa anak-anak di wahana permainan, dan aroma kuliner yang disajikan bikin suasana makin akrab dan hangat.
Di sisi lain, pelaku UMKM juga ikut bersinar. Festival ini jadi ajang unjuk gigi produk lokal—mulai dari kerajinan tangan sampai camilan tradisional. Sebuah etalase ekonomi kreatif yang berbasis kearifan lokal.
H. Moh. Iksan menekankan, Manding Distrik Festival bukan cuma soal hiburan. Ini tentang kolaborasi.
“Ini ruang kolektif untuk mengenalkan budaya, menggerakkan ekonomi rakyat, dan mempererat kebersamaan,” ujar Iksan.
Plt Camat Manding, Siswahyudi Bintoro, pun punya pesan serupa.
“Kami ingin Manding dikenal sebagai pusat dinamika budaya, bukan sekadar wilayah administratif. Ini kebanggaan warga yang hidup,” tegasnya.
Dengan target puluhan ribu pengunjung, Manding Distrik Festival 2025 siap mengangkat wajah sesungguhnya Manding. Festival ini bukan cuma soal masa lalu yang dirayakan, tapi juga tentang masa depan yang ingin dijaga bersama. *(Adit)










