- Proyek Gudang Bawang Merah DKPP Sumenep Rp1 Miliar Menuai Sorotan Publik
- Momentum HPN, Kepala DKPP Sumenep Tekankan Peran Pers
- Momentum HPN, Direktur BPRS Sumenep Ungkap Pentingnya Peran Pers
- HPN 2026, Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Tekankan Peran Strategis Pers
- Hadiri RS BHC Run 2026, MH Said Abdullah Tegaskan Komitmen Dukung Kesehatan Publik
- DKPP Sumenep Dorong Konsumsi Pangan Lokal demi Gizi Masyarakat
- Peringati Hari Gizi Nasional, RSUD Sumenep Ingatkan Pentingnya Makan Sehat
- Aktivitas Galian C Dekat Asta Tinggi Tuai Sorotan Paguyuban Potra-Potre Madura: Kesakralan Rusak!
- GMNI Jatim Tegas Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Ancam Hak Politik Rakyat
- Retrebusi Pantai Slopeng Diduga Tak Sesuai Perda, Kepala Disbudporapar Angkat Bicara
Presma UNIBA Madura Tinjau Lokasi Banjir: Singgung Rumah Sakit Baru Biang Keladinya

Keterangan Gambar : Presma UNIBA Madura, M. Rifiqul Mukhlisin tinjau lokasi banjir
Sumenep, Angkasatunews.com – Presiden Mahasiswa Universitas Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura, M. Rofiqul Mukhlisin, turun langsung ke lokasi terdampak banjir di Kabupaten Sumenep pada Rabu (14/05/2025). Ia meninjau dua desa yang cukup parah terdampak, yakni Desa Patean dan Desa Nambakor.
Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut hampir sepanjang hari pada Selasa (13/05/2025). Genangan air merendam rumah warga dan akses jalan utama, termasuk jalan penghubung Sumenep–Pamekasan. Di sekitar gerbang Kota Sumenep, sejumlah kendaraan roda dua dilaporkan mogok, sementara beberapa mobil terpaksa memutar arah karena ketinggian air yang membahayakan.
Kondisi ini semakin memprihatinkan karena hingga Rabu sore, belum ada bantuan resmi yang diterima warga terdampak. "Sekitar 25 kepala keluarga tidak bisa memasak karena dapur mereka terendam air. Mau pesan makanan online pun sulit, karena banyak kurir menolak mengantar ke daerah kami," ujar salah satu warga Nambakor.
Baca Lainnya :
- Banjir Makin Meluas, Galian C Merajalela: DEM Tuding Pemda & DPRD Sumenep Abai0
- Sumenep Dikepung Sampah Dan Banjir, BEM UNIBA: DLH Bangun Saat Viral? 0
- Niat Baik Menyelamatkan Keluarga, Warga Pragaan Tewas Dalam Perjalanan: Puskesmas Pragaan Biangnya? 0
- Upland Sumenep Sarat Kontroversi, Akankah Hantu KUR BNI Bergentayangan Kembali? 0
- DAK Menguap, Jalan Rusak, FORMAKA: Kepulauan Minta Kepastian! 0
Lebih lanjut, tidak tersedia tempat pengungsian yang layak dari pemerintah daerah. Sebagian warga akhirnya memilih mengungsi dan beristirahat di masjid setempat, mengingat volume air terus meningkat terutama pada malam hari.
Rofiqul Mukhlisin berharap pihak terkait segera mengambil langkah sigap untuk memberikan bantuan dan penanganan bagi warga terdampak banjir. "Kondisi ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Warga butuh perhatian, terutama soal kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal sementara, dan layanan kesehatan," ungkapnya.
Pembangunan Rumah Sakit Baru Dinilai Timbulkan Masalah Lingkungan
Di tengah kondisi darurat ini, sorotan juga tertuju pada proyek pembangunan rumah sakit baru yang digagas oleh anggota DPR RI Said Abdullah di wilayah utara Sumenep. Alih-alih memberi dampak positif, proyek tersebut justru menuai kritik dari sejumlah kalangan.
Pembangunan rumah sakit yang memakan lahan resapan air dinilai memperparah kerentanan banjir di wilayah sekitar. Sejumlah aktivis lingkungan dan warga menyebut proyek tersebut mengabaikan kajian dampak lingkungan secara menyeluruh.
"Dulu wilayah itu berfungsi sebagai daerah serapan air alami. Sekarang malah dibeton untuk rumah sakit. Akibatnya, saat hujan deras seperti kemarin, air tidak punya tempat untuk meresap," ujar salah satu warga.
Rofiqul Mukhlisin juga menyinggung persoalan ini dalam kunjungannya. Ia meminta agar pemerintah dan para pemangku kepentingan tidak mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan dalam pembangunan infrastruktur.
"Jangan sampai pembangunan fasilitas kesehatan justru menjadi penyebab masalah baru. Kalau pembangunan tidak memperhatikan dampak ekologis, maka masyarakat yang akan menanggung risikonya," tegasnya. *(Adit)










