- Sentuhan Kepedulian PAC PDI-P Lenteng untuk Anak Yatim
- Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim Peringati Nuzulul Quran di Lenteng Barat
- Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim di Lenteng Barat, Sulahuddin: Pemuda Harus Terus Bergerak
- Turba PAC PDI Perjuangan Lenteng, salurkan Sembako Kepada Janda dan Ibu Rumah Tangga
- PAC PDIP Rubaru Hadirkan 2.500 Paket Sembako untuk Warga, Dukungan MH Said Abdullah Nyata
- Ribuan Paket Sembako Disalurkan PAC PDIP Guluk-guluk, Untuk Warga Kurang Mampu
- PAC PDI Perjuangan Dasuk Bagikan 2.500 Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu
- Sinergi untuk Gizi, Dapur Melati Daramista Resmi Diluncurkan
- Megawati Datang, Kapten Red Sparks Hengkang di Bursa Transfer Liga Voli Korea
- KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Diamankan Bersama Sejumlah Orang
China Desak AS Hentikan Kebijakan Proteksionis terhadap Perusahaan Teknologi dan Sektor AI

Keterangan Gambar : Perang dagang AS -China semakin memanas sejak beberapa tahun terakhir (foto: istimewah)
Beijing, Angkasatunews.com — Pemerintah China mendesak Amerika Serikat untuk segera mencabut kebijakan proteksionis dan aksi sepihak yang dinilai bersifat intimidatif terhadap perusahaan teknologi dan industri kecerdasan buatan (AI) asal Negeri Tirai Bambu.
Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam jumpa pers rutin pada Jumat (16/5), seperti dilansir Xinhua.
Dorongan tersebut muncul menyusul laporan yang menyebutkan bahwa Biro Industri dan Keamanan Departemen Perdagangan AS baru-baru ini menyatakan penggunaan cip Ascend produksi Huawei sebagai pelanggaran terhadap kebijakan kontrol ekspor AS.
Baca Lainnya :
- Komdigi Tegaskan Peraturan Layanan Pos Digital Tak Sentuh Gratis Ongkir E-Commerc0
- Perang Nuklir Kemungkinan Terjadi, Update Teranyar Konflik India-Pakistan0
- Perkuat Literasi Keuangan Syariah, BPRS Bhakti Sumekar Luncurkan Program BBS Sekolah0
- Sempat Dinyatakan Hoax, Trump Resmi Jeda 90 Hari Tarif Timbal Balik0
- Dramatis, Megawati bawa Red Spaks Paksakan Laga kelima Final Liga Voli Korea0
Pemerintah AS juga memperingatkan potensi risiko terkait penggunaan cip AI asal Amerika dalam pengembangan model AI oleh pihak China.
Menanggapi hal itu, Lin menilai kebijakan Washington telah melampaui batas-batas prinsip keamanan nasional dan secara sepihak memanfaatkan instrumen kontrol ekspor serta yurisdiksi ekstra-teritorial (long-arm jurisdiction) guna menekan dan menghambat perkembangan industri cip dan AI China tanpa dasar yang jelas.
"Langkah-langkah semacam ini tidak hanya mencederai mekanisme pasar yang adil, tetapi juga mengganggu stabilitas rantai pasok global dan melanggar hak-hak sah perusahaan China," tegas Lin.
Ia menambahkan bahwa Beijing akan mengambil tindakan tegas demi menjaga hak-hak pembangunan serta melindungi kepentingan hukum perusahaan-perusahaan nasional.
"China dengan tegas menentang tindakan seperti ini dan tidak akan tinggal diam," tandasnya.










