- Sentuhan Kepedulian PAC PDI-P Lenteng untuk Anak Yatim
- Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim Peringati Nuzulul Quran di Lenteng Barat
- Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim di Lenteng Barat, Sulahuddin: Pemuda Harus Terus Bergerak
- Turba PAC PDI Perjuangan Lenteng, salurkan Sembako Kepada Janda dan Ibu Rumah Tangga
- PAC PDIP Rubaru Hadirkan 2.500 Paket Sembako untuk Warga, Dukungan MH Said Abdullah Nyata
- Ribuan Paket Sembako Disalurkan PAC PDIP Guluk-guluk, Untuk Warga Kurang Mampu
- PAC PDI Perjuangan Dasuk Bagikan 2.500 Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu
- Sinergi untuk Gizi, Dapur Melati Daramista Resmi Diluncurkan
- Megawati Datang, Kapten Red Sparks Hengkang di Bursa Transfer Liga Voli Korea
- KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Diamankan Bersama Sejumlah Orang
Rencana Akuisisi Gagal, Pendiri Windsurf Justru Bergabung ke Google DeepMind

Angkasatunews.com — Upaya OpenAI untuk mengakuisisi startup AI khusus pengembangan kode, Windsurf, dengan nilai US\$3 miliar, dipastikan kandas. Tanpa diduga, Google DeepMind justru menyalip langkah OpenAI dengan merekrut para pendiri Windsurf.
CEO sekaligus Co-Founder Windsurf, Varun Mohan dan Douglas Chen, bersama sejumlah peneliti dari startup tersebut, kini resmi bergabung ke Google.
Yang menarik, Google tidak mengambil alih kepemilikan saham di Windsurf maupun mengontrol operasional perusahaan itu.
Baca Lainnya :
- Mahasiswa UNIBA Madura Lakukan Company Visit ke PT Garam Darma Camplong Sampang0
- LBH Ansor Jawa Timur Siap Mengawal Kasus Kematian Afan, Siswa SMK Raden Rahmat Mojosari0
- Bangun Sinergi, DPD KNPI Sumenep Jalin Silaturrahim dengan Kapolres Baru0
- WhatsApp Web Siapkan Fitur Baru untuk Kelola Media0
- Kanselir Jerman Kritik Keras Israel, Sikap Berlin Mulai Bergeser? 0
Namun, sebagai bagian dari kesepakatan, Google mendapatkan lisensi non-eksklusif atas sebagian teknologi milik Windsurf. Dengan begitu, Windsurf tetap memiliki keleluasaan untuk melisensikan teknologi tersebut ke pihak lain.
"Kami senang menyambut sejumlah talenta pemrograman AI terbaik dari tim Windsurf ke Google DeepMind guna mendorong kemajuan dalam pengembangan agentic coding," kata juru bicara Google, Chris Pappas, dalam email, dikutip dari TechCrunch, Rabu (16/7/2025).
Bloomberg melaporkan, Google membayar sekitar US\$2,4 miliar guna memperoleh lisensi teknologi Windsurf serta merekrut talenta kuncinya.
Kesepakatan ini mencerminkan tren baru di industri AI, yakni strategi reverse acquihire, di mana perusahaan besar memilih merekrut individu-individu penting dari startup serta melisensikan teknologinya, alih-alih membeli perusahaan secara penuh.
Windsurf sebelumnya menjadi incaran berbagai perusahaan AI besar. Startup ini berkembang pesat, dengan pendapatan tahunan berulang mencapai US\$100 juta hanya dalam beberapa bulan. OpenAI yang sempat menjadi kandidat utama, akhirnya tersingkir setelah masa eksklusivitas penawarannya berakhir—dan langsung disalip Google.
Menurut laporan Wall Street Journal, kegagalan akuisisi Windsurf juga memicu ketegangan dalam negosiasi ulang antara OpenAI dan mitra utamanya, Microsoft.
Meski saat ini Microsoft memiliki akses ke seluruh kekayaan intelektual OpenAI, pihak OpenAI enggan jika Microsoft juga ikut menguasai teknologi pemrograman AI dari Windsurf.
Kini Windsurf berada di persimpangan penting. Sebagian besar timnya—sekitar 250 orang—tetap bertahan dan akan terus melayani klien enterprise. Namun, tanpa kehadiran para pendirinya, arah masa depan perusahaan ini masih penuh ketidakpastian.










