- Proyek Gudang Bawang Merah DKPP Sumenep Rp1 Miliar Menuai Sorotan Publik
- Momentum HPN, Kepala DKPP Sumenep Tekankan Peran Pers
- Momentum HPN, Direktur BPRS Sumenep Ungkap Pentingnya Peran Pers
- HPN 2026, Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Tekankan Peran Strategis Pers
- Hadiri RS BHC Run 2026, MH Said Abdullah Tegaskan Komitmen Dukung Kesehatan Publik
- DKPP Sumenep Dorong Konsumsi Pangan Lokal demi Gizi Masyarakat
- Peringati Hari Gizi Nasional, RSUD Sumenep Ingatkan Pentingnya Makan Sehat
- Aktivitas Galian C Dekat Asta Tinggi Tuai Sorotan Paguyuban Potra-Potre Madura: Kesakralan Rusak!
- GMNI Jatim Tegas Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Ancam Hak Politik Rakyat
- Retrebusi Pantai Slopeng Diduga Tak Sesuai Perda, Kepala Disbudporapar Angkat Bicara
Anggaran Porprov Jawa Timur Tak Kunjung Cair, KONI Sumenep Terpaksa Gunakan Dana Hibah Keolahragaan

Sumenep, Angkasatunews.com — Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timure telah resmi berakhir pada 5 Juli 2025. Namun hingga pertengahan Juli ini, anggaran untuk mendukung partisipasi kontingen Sumenep dalam ajang dua tahunan tersebut masih belum juga dicairkan. Kondisi ini berdampak langsung pada proses pembinaan atlet, baik saat ini maupun ke depannya.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumenep pun terpaksa menutupi kekosongan dana dengan memanfaatkan anggaran hibah keolahragaan tahun 2025. Ironisnya, dari total hibah senilai Rp2 miliar yang semestinya digunakan untuk pembinaan cabang olahraga (cabor), sebanyak 85 persen justru habis dipakai untuk kebutuhan Porprov.
“Anggaran keikutsertaan Porprov IX memang belum cair sampai sekarang, meski acaranya sudah selesai,” ujar Ketua Harian KONI Sumenep, Abdul Kadir Al Mahdaly.
Baca Lainnya :
- Raas Pulau Genangan; Ketika Keadilan Hanya Sebatas Semboyan Pilkada0
- Tiga Pengguna Sabu Diamankan di RSUD Abuya, Iip Suriyanto: Ini Tamparan Keras bagi Dunia Kesehatan0
- Perkuat Komitmen Membangun Madura, UNIBA Madura Tambah Tiga Program Studi Strategis0
- 700 Alumni Hadiri Reuni Akbar Mathlabul Ulum 2025, KH Imam Hodri TF: Tekankan Soliditas dan Loyalita0
- BEM KM UNIBA Madura Gelar Seminar Pencegahan Narkotika bertajuk: Muda Berkarya Tanpa Narkoba0
Ia menjelaskan bahwa anggaran yang dijanjikan untuk Porprov sejatinya telah dialokasikan sebesar Rp1,8 miliar. Namun hingga kini dana tersebut belum juga masuk ke rekening KONI.
Dampaknya, hanya sekitar 15 persen dari total hibah yang bisa dialirkan ke masing-masing cabor. Padahal, dana itu menjadi sumber utama untuk keberlangsungan pembinaan atlet di tingkat daerah.
“Anggarannya ada, tapi belum cair. Itu yang membuat kami harus memakai dana hibah keolahragaan. Nanti jika anggaran Porprov sudah turun, akan langsung kami ganti dan salurkan kembali ke cabor sebagai penggantinya,” tambahnya.
Situasi ini dikhawatirkan akan berpengaruh pada persiapan atlet dalam menghadapi agenda olahraga selanjutnya. Minimnya pendanaan bisa memperlambat proses pembinaan dan melemahkan capaian prestasi yang telah dibangun.
“Kami tetap dorong agar cabor tidak kehilangan semangat,” tutupnya.










