- Minim Perhatian, Kelas Bocor Ganggu Aktivitas Belajar
- Polda Jatim Musnahkan 22,22 Kg Kokain Temuan Pesisir Sumenep
- Hendra Prayogi: Negara Salah Prioritas, Pendidikan Gratis Harus Didahulukan
- Hari Buruh, Direktur BPRS Bhakti Sumekar Dorong Kesejahteraan Pekerja
- GMNI Jatim di Hari Buruh, Tegas Lawan Sistem Kerja yang Memiskinkan
- BREAKING NEWS: Kades Pragaan Daya Sumenep Dikabarkan Ditangkap Kejari
- Peringati Hari Kartini, dr. Erliyati Tekankan Pentingnya Peran Perempuan di Sektor Kesehatan
- MBG Diduga Basi Ditolak Sekolah, Korwil SPPG Sumenep Pilih Diam
- MBG Ditolak Sekolah, SDN Lebeng Barat II Khawatirkan Kesehatan Siswa
- Antara Fakta dan Sensasi, Racikan Narasi di Dapur MBG
Anggaran Porprov Jawa Timur Tak Kunjung Cair, KONI Sumenep Terpaksa Gunakan Dana Hibah Keolahragaan

Sumenep, Angkasatunews.com — Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timure telah resmi berakhir pada 5 Juli 2025. Namun hingga pertengahan Juli ini, anggaran untuk mendukung partisipasi kontingen Sumenep dalam ajang dua tahunan tersebut masih belum juga dicairkan. Kondisi ini berdampak langsung pada proses pembinaan atlet, baik saat ini maupun ke depannya.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumenep pun terpaksa menutupi kekosongan dana dengan memanfaatkan anggaran hibah keolahragaan tahun 2025. Ironisnya, dari total hibah senilai Rp2 miliar yang semestinya digunakan untuk pembinaan cabang olahraga (cabor), sebanyak 85 persen justru habis dipakai untuk kebutuhan Porprov.
“Anggaran keikutsertaan Porprov IX memang belum cair sampai sekarang, meski acaranya sudah selesai,” ujar Ketua Harian KONI Sumenep, Abdul Kadir Al Mahdaly.
Baca Lainnya :
- Raas Pulau Genangan; Ketika Keadilan Hanya Sebatas Semboyan Pilkada0
- Tiga Pengguna Sabu Diamankan di RSUD Abuya, Iip Suriyanto: Ini Tamparan Keras bagi Dunia Kesehatan0
- Perkuat Komitmen Membangun Madura, UNIBA Madura Tambah Tiga Program Studi Strategis0
- 700 Alumni Hadiri Reuni Akbar Mathlabul Ulum 2025, KH Imam Hodri TF: Tekankan Soliditas dan Loyalita0
- BEM KM UNIBA Madura Gelar Seminar Pencegahan Narkotika bertajuk: Muda Berkarya Tanpa Narkoba0
Ia menjelaskan bahwa anggaran yang dijanjikan untuk Porprov sejatinya telah dialokasikan sebesar Rp1,8 miliar. Namun hingga kini dana tersebut belum juga masuk ke rekening KONI.
Dampaknya, hanya sekitar 15 persen dari total hibah yang bisa dialirkan ke masing-masing cabor. Padahal, dana itu menjadi sumber utama untuk keberlangsungan pembinaan atlet di tingkat daerah.
“Anggarannya ada, tapi belum cair. Itu yang membuat kami harus memakai dana hibah keolahragaan. Nanti jika anggaran Porprov sudah turun, akan langsung kami ganti dan salurkan kembali ke cabor sebagai penggantinya,” tambahnya.
Situasi ini dikhawatirkan akan berpengaruh pada persiapan atlet dalam menghadapi agenda olahraga selanjutnya. Minimnya pendanaan bisa memperlambat proses pembinaan dan melemahkan capaian prestasi yang telah dibangun.
“Kami tetap dorong agar cabor tidak kehilangan semangat,” tutupnya.










