- Sentuhan Kepedulian PAC PDI-P Lenteng untuk Anak Yatim
- Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim Peringati Nuzulul Quran di Lenteng Barat
- Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim di Lenteng Barat, Sulahuddin: Pemuda Harus Terus Bergerak
- Turba PAC PDI Perjuangan Lenteng, salurkan Sembako Kepada Janda dan Ibu Rumah Tangga
- PAC PDIP Rubaru Hadirkan 2.500 Paket Sembako untuk Warga, Dukungan MH Said Abdullah Nyata
- Ribuan Paket Sembako Disalurkan PAC PDIP Guluk-guluk, Untuk Warga Kurang Mampu
- PAC PDI Perjuangan Dasuk Bagikan 2.500 Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu
- Sinergi untuk Gizi, Dapur Melati Daramista Resmi Diluncurkan
- Megawati Datang, Kapten Red Sparks Hengkang di Bursa Transfer Liga Voli Korea
- KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Diamankan Bersama Sejumlah Orang
Kanselir Jerman Kritik Keras Israel, Sikap Berlin Mulai Bergeser?

Keterangan Gambar : Kanselir Jerman Friedrich Merz
Jakarta, Angkasatunews.com — Kanselir Jerman Friedrich Merz menyampaikan kritik paling tajam terhadap Israel sejak konflik Gaza kembali memanas. Dalam konferensi pers di Turku, Finlandia (27/5), ia menyebut serangan militer besar-besaran Israel ke Gaza “tak lagi dapat dipahami” dan “tidak lagi dapat dibenarkan” sebagai bagian dari perang melawan Hamas.
"Serangan militer besar-besaran Israel di Jalur Gaza tidak menunjukkan logika apapun bagi saya... Saya rasa waktunya sudah tiba untuk menyatakan secara terbuka bahwa apa yang saat ini terjadi sudah tidak bisa dipahami lagi," ujar Merz, dikutip Reuters.
Pernyataan ini mencerminkan pergeseran sikap publik Jerman, yang selama ini dikenal sebagai pendukung setia Israel karena latar belakang sejarah Holocaust. Tekanan dari opini publik, partai koalisi, dan pejabat tinggi turut mendorong perubahan ini.
Baca Lainnya :
- Trump Pangkas Dana NASA, Upaya Pertahanan Bumi Terancam? 0
- Trump Larang Universitas di AS Terima Mahasiswa Asing, Harvard Jadi Sasaran Utama0
- iPhone 17 Air Bocor: Bodi Super Tipis, Baterai Cuma 2.800 mAh?0
- China Desak AS Hentikan Kebijakan Proteksionis terhadap Perusahaan Teknologi dan Sektor AI0
- Perang Nuklir Kemungkinan Terjadi, Update Teranyar Konflik India-Pakistan0
Sebelumnya, Menlu Johann Wadephul dan mitra koalisi SPD mendesak penghentian ekspor senjata ke Israel. Merz tidak menjawab langsung soal hal itu, dengan alasan keputusan ada di Dewan Keamanan.
Meski belum menjadi perubahan resmi, kritik ini signifikan, mengingat Jerman menganut *Staatsräson*—doktrin dukungan terhadap Israel sebagai tanggung jawab sejarah.
Tekanan meningkat setelah serangan udara Israel yang menewaskan puluhan warga sipil Gaza. Survei terbaru Civey menunjukkan 51% warga Jerman menolak pengiriman senjata ke Israel. Hanya 36% masih berpandangan positif terhadap Israel, turun dari 46% pada 2021.
Komisaris Antisemitisme Felix Klein dan sejarawan Moshe Zimmermann menilai saatnya Jerman meninjau ulang sikapnya. Sementara itu, Uni Eropa dan beberapa negara Barat mulai mempertimbangkan sanksi terhadap Israel.
Duta Besar Israel untuk Jerman, Ron Prosor, menyebut kritik Merz sebagai sinyal penting. "Kami mendengarnya dengan sangat serius," ujarnya.










