- Aktivitas Galian C Dekat Asta Tinggi Tuai Sorotan Paguyuban Potra-Potre Madura: Kesakralan Rusak!
- GMNI Jatim Tegas Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Ancam Hak Politik Rakyat
- Retrebusi Pantai Slopeng Diduga Tak Sesuai Perda, Kepala Disbudporapar Angkat Bicara
- Ratusan Tambak Udang di Sumenep Belum Berizin, DPRD Dorong Penertiban
- Dana Insentif Guru Diduga Dipotong Oknum, DPRD Sumenep Minta Korban Segera Lapor
- Pesan Tahun Baru dr. Erliyati untuk Warga Sumenep: Jaga Kesehatan Sejak Dini
- PMII UNIBA Madura Tantang Disbudporapar Tindak Tegas News Year Party Tak Berizin
- Disdik Sumenep Tantang Sebut Oknum Jika Ada Pemotongan Insentif Guru
- Dugaan Pemotongan Dana Insentif Guru Non ASN Mencuat di Sumenep
- Awal Tahun, Doa dan Harapan Petani Sumenep untuk Hasil Lebih Baik
DUALISME KONGRES GMNI XXII: Risyad Fahlefi Klaim Menang, GMNI Terbelah Lagi?

BANDUNG – ANGKASATUNEWS.COM | Kongres XXII Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang digelar di Gedung Merdeka, Bandung, resmi melahirkan konflik kepemimpinan. Kali ini, muncul nama Risyad Fahlefi yang didaulat sebagai Ketua Umum DPP GMNI 2025–2028, didampingi oleh Patra Dewa sebagai Sekretaris Jenderal.
Dalam selebaran resmi yang beredar, pasangan ini dinyatakan menang secara sah dan konstitusional, di bawah koordinasi Badan Pekerja Kongres (BPK) serta sesuai dengan AD/ART GMNI.
“Resmi dan Sah Memenangkan Risyad–Patra,” bunyi pernyataan dalam poster yang dirilis dan menyebar di kalangan kader GMNI.
Baca Lainnya :
- Gempa Dahsyat Guncang Kamchatka, RI Masuk Zona Waspada Tsunami0
- Merdeka ala Agus! Cek Promo Gokil BarokahNet Sekarang!0
- Kopi Enak, Tempat Adem, Suasana Nyaman, Semua Ada di Harmony Cafe0
- Kongres XXII GMNI Bandung Hasilkan Kepemimpinan Baru di Tengah Ancaman Dualisme0
- Direktur RSUD Sumenep dr. Erliyati Diisukan Mundur, Publik Kaget0
Namun, fakta ini berbenturan dengan hasil lain yang telah lebih dahulu diumumkan oleh sejumlah media nasional, yaitu terpilihnya Sujahri Somar dan Amir Mahfut sebagai Ketua Umum dan Sekjen DPP GMNI periode yang sama. Sujahri bahkan disebut-sebut terpilih secara aklamasi.
Kondisi ini memunculkan dualisme kepemimpinan DPP GMNI, mengulang situasi serupa seperti Kongres Ambon 2019 lalu. Saat itu, organisasi sempat pecah dan berjalan dengan dua struktur berbeda.
Sejumlah kader menyayangkan konflik internal yang kembali muncul, terlebih di tengah harapan regenerasi dan konsolidasi nasional pasca Pemilu 2024. “Ini harus segera disikapi Dewan Ideologi dan para senior GMNI. Jangan sampai GMNI menjadi contoh buruk bagi gerakan mahasiswa,” ujar salah satu kader GMNI dari Jawa Timur yang enggan disebut namanya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak panitia kongres ataupun kubu Sujahri terkait munculnya nama Risyad dan Patra sebagai pemenang versi lain.
GMNI kembali dihadapkan pada pilihan: bersatu atau terpecah.



.png)

_(1).png)




