- Proyek Gudang Bawang Merah DKPP Sumenep Rp1 Miliar Menuai Sorotan Publik
- Momentum HPN, Kepala DKPP Sumenep Tekankan Peran Pers
- Momentum HPN, Direktur BPRS Sumenep Ungkap Pentingnya Peran Pers
- HPN 2026, Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Tekankan Peran Strategis Pers
- Hadiri RS BHC Run 2026, MH Said Abdullah Tegaskan Komitmen Dukung Kesehatan Publik
- DKPP Sumenep Dorong Konsumsi Pangan Lokal demi Gizi Masyarakat
- Peringati Hari Gizi Nasional, RSUD Sumenep Ingatkan Pentingnya Makan Sehat
- Aktivitas Galian C Dekat Asta Tinggi Tuai Sorotan Paguyuban Potra-Potre Madura: Kesakralan Rusak!
- GMNI Jatim Tegas Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Ancam Hak Politik Rakyat
- Retrebusi Pantai Slopeng Diduga Tak Sesuai Perda, Kepala Disbudporapar Angkat Bicara
Dulu Mendukung, Kini Menyesal: AMS Gelar Demonstrasi 100 Hari Kinerja Fauzi-Imam

Keterangan Gambar : Kericuhan sempat terjadi setelah masa aksi merangsek masuk ke Kantor Pemkab Sumenep
Sumenep, Angkasatunews.com — Seratus hari masa kerja Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan Wakil Bupati Imam Hasyim disambut demonstrasi dari kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) pada Senin (19/05/2025).
Demonstrasi yang digelar di depan Kantor Pemkab adalah sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja pemerintahan yang dinilai jauh dari harapan masyarakat.
Dalam aksinya, AMS menilai belum ada perubahan signifikan selama 100 hari kepemimpinan Fauzi–Imam. Janji-janji kampanye dianggap tak kunjung terealisasi, sementara slogan 'Bismillah Melayani' dinilai hanya menjadi retorika kosong.
Baca Lainnya :
- Dari Gong Keramaian: Manding Distrik Festifal 2025 Resmi Dibuka0
- Ketika Rotan Menari Di Pantai Badur: Ojung 2025 Ajang Tradisi Dan Promosi Wisata0
- Usai Solat Jumat, Rakyat Bergerak: GEMPAR Tuntut Pertanggungjawaban Puskesmas Pragaan 0
- Presma UNIBA Madura Tinjau Lokasi Banjir: Singgung Rumah Sakit Baru Biang Keladinya0
- Banjir Makin Meluas, Galian C Merajalela: DEM Tuding Pemda & DPRD Sumenep Abai0
“Program unggulan yang dijanjikan saat kampanye hanya menjadi omong kosong tanpa bukti nyata,” Jelas Korlap Aksi, Moh. Rofiqul saat orasi.
Kordinator Umum aksi, Abd. Halim, secara emosional menyatakan kekecewaannya karena pernah memberikan dukungan kepada pasangan Fauzi–Imam saat Pilkada.
Dalam aksi simbolik, Halim bahkan membuka kaos bertuliskan “Sang Peroboh Pagar Pemkab” sebagai bentuk protes keras dan penyesalan terhadap kepemimpinan saat ini.
“Kami salah satu pendukung Ahmad Fauzi - Imam Hasyim, Namun sekarang kami merasa kecewa atas pembangunan yang belum terealisasikan,” tegasnya.
Situasi sempat memanas ketika masa aksi memaksa masuk ke kantor Bupati Sumenep karena merasa kecewa tak satu pun pejabat, termasuk Bupati dan Wakil Bupati, menemui mereka.
Aksi dorong mendorong dan tak terhindarkan hingga memicu ketegangan antara mahasiswa dan aparat keamanan. Bahkan, aksi sempat diwarnai dugaan tindak kekerasan, ketika beberapa mahasiswa mengaku mengalami pemukulan oleh pihak kepolisian saat berada di depan area kantor bupati.
“Kami tidak melanggar undang-undang, tidak ada satupun fasilitas yang kami rusak, kalian yang melanggar, saya dipukul, ini luka,” kata Hidayatullah salah satu masa aksi.
Dalam aksinya, AMS juga menyoroti sejumlah OPD yang dianggap gagal menjalankan tugas. Sejumlahlah OPD yang disorot adalah Dinas PUTR karena banyaknya jalan rusak yang belum diperbaiki, DISBUDPORAPAR karena program kepemudaan dan kebudayaan dinilai tak menyentuh masyarakat kepulauan, Dinas Sosial yang dianggap lalai dalam pengawasan distribusi bantuan sosial.
Pantauan media ini di lapangan, setelah aparat kepolisian meredahkan situasi yang sempat memanas, masa aksi kembali menggelar orasi dengan tertib hingga jam 12:45.










