- BPRS Bhakti Sumekar Ajak Warga Bijak Kelola THR Agar Tidak Habis Seketika
- Dies Natalis GMNI ke-72, Hairil Fajar: Perkuat Semangat Marhaenisme di Era Modern
- Kemenag Prediksi Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Hilal Belum Memenuhi Syarat
- Jelang Idul Fitri, Rumah Kebangsaan Jatim dan Polda Jatim Berbagi untuk Mahasiswa
- Bersama PAC PDI-P Guluk-Guluk, H. Abd Rahman Santuni Anak Yatim
- Ramadhan Peduli Warnai Kebersamaan Warga Pinggir Papas
- Peduli PKL di Bulan Ramadhan, Sulahuddin Salurkan Sembako dan Bukber Bersama PAC Lenteng
- GMNI Jawa Timur Minta Aparat Usut Tuntas Teror terhadap Aktivis Andrie Yunus
- Sentuhan Kepedulian PAC PDI-P Lenteng untuk Anak Yatim
- Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim Peringati Nuzulul Quran di Lenteng Barat
Toko Kelontong Sering Diganggu, Keluarga Madura Yogyakarta Layangkan Carok.

Keterangan Gambar : Surat terbuka dari Keluarga Madura Yogyakarta (KMY) sempat menjadi perhatian publik di media sosial (foto:istimewa).
Yogyakarta, Angkasatunews.com - Sebuah surat terbuka dari Keluarga Madura Yogyakarta (KMY) yang ditujukan kepada tokoh kelompok tertentu viral di media sosial, Jumat, (07/02/2025).
Pasalnya, surat yang bernomor: 015/P/KMY/II/2025 menjadi pusat utama perhatian publik setalah salah satu narasinya berisi pernyataan menantang “Carok”.
Usut punya usut, pernyataan tersebut ditujukan sebagai bentuk keresahan yang dialami oleh penjaga warung kelontong Madura di Yogyakarta yang kerap mengalami gangguan dari kelompok tertentu.
Baca Lainnya :
- Sempat Menjadi Sorotan Publik Karena Pagar Laut, Kantor ATR/BPN Mengalami Kebakaran 0
- Rakyat Jangan Panik, Alokasi Subsidi LPG Sangat Mencukupi0
- Acara Urban Night Menampilkan DJ Almira Berto di Sumenep Ditentang Aktivis Gamas0
- UKM English Speaking Club (ESC) Sukses Menggelar Lomba English Competition Se-Jawa Timur0
- Dari Demokrasi ke Datakrasi0
“ambil barang tidak bayar sampai tindakan pemukulan dan pengrusakan tempat usaha yang sangat meresahkan toko kelontong Madura di Yogyakarta,” kutipan dalam surat tersebut.
Selain itu, mereka (KMY.red) menegaskan jika tidak ada solusi jaminan bergaransi dari pihak terkait untuk mencegah kejadian serupa, maka mereka siap melakukan carok terbuka.
“Jika saudara tidak memberikan solusi jaminan yang bergaransi untuk tidak melakukan lagi gangguan terhadap masyarakat Madura di Yogyakarta, maka kami menantang saudara untuk CAROK terbuka,” dikutip Angkasatunews.com.
Namun, Keluarga Madura Yogyakarta, di akhir isi suratnya, menyampaikan komitmennya menjaga kebhinekaan di tanah Yogyakarta dan akan menunggu i'tikat baik dari pihak terkait untuk memberi solusi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Polda Jogja angkat bicara
Menanggapi viralnya surat terbuka tersebut, Polda D.I Yogyakarta melalui akun resminya (@PoldaJogja) menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk meredahkan situasi.
Dalam twitannya, Polda DIY menceritakan bahwa pihaknya mengundang dan mempertemukan kedua tokoh untuk mencari solusi damai.
Selain itu, terduga pelaku yang sebelumnya menjadi biang dari bara konflik tersebut sudah ditangkap dan ditahan.
Untuk menjaga kondusifitas Daerah Istimewa Yogyakarta, Jajaran Polda DIY melakukan patroli di beberapa titik. (adt/adm)










