- Proyek Gudang Bawang Merah DKPP Sumenep Rp1 Miliar Menuai Sorotan Publik
- Momentum HPN, Kepala DKPP Sumenep Tekankan Peran Pers
- Momentum HPN, Direktur BPRS Sumenep Ungkap Pentingnya Peran Pers
- HPN 2026, Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Tekankan Peran Strategis Pers
- Hadiri RS BHC Run 2026, MH Said Abdullah Tegaskan Komitmen Dukung Kesehatan Publik
- DKPP Sumenep Dorong Konsumsi Pangan Lokal demi Gizi Masyarakat
- Peringati Hari Gizi Nasional, RSUD Sumenep Ingatkan Pentingnya Makan Sehat
- Aktivitas Galian C Dekat Asta Tinggi Tuai Sorotan Paguyuban Potra-Potre Madura: Kesakralan Rusak!
- GMNI Jatim Tegas Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Ancam Hak Politik Rakyat
- Retrebusi Pantai Slopeng Diduga Tak Sesuai Perda, Kepala Disbudporapar Angkat Bicara
Acara Urban Night Menampilkan DJ Almira Berto di Sumenep Ditentang Aktivis Gamas

Keterangan Gambar : Tolak Amir salah satu aktivis Gerakan Aksi Mahasiswa Sumenep (GAMAS) (foto:istimewa)
Sumenep, Angkasatunews.com - Acara Urban Night yang akan menampilkan DJ Almira Berto sebagai bintang tamu pada malam Minggu, 19 Januari 2025, di Lapangan Saronggi, Sumenep, mendapat penolakan keras dari Aktivis Gerakan Aksi Mahasiswa Sumenep (GAMAS).
Acara yang diselenggarakan oleh Sanjaya Fest ini dianggap bertentangan dengan nilai-nilai lokal dan moralitas masyarakat Sumenep.
Tolak Amir, salah satu aktivis Gamas, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap acara tersebut. Ia menilai penampilan DJ yang mengusung budaya malam tidak sesuai dengan karakter dan kearifan lokal Sumenep yang dikenal dengan tradisi religius dan moral yang kental.
Baca Lainnya :
- Gamas Gelar Aksi Tahlil dan Doa Bersama, Pastikan Mr. Ball Steril Dari Hiburan Malam0
- Pertama Di Kampus Sumenep, Bem Uniba Madura Sukses Gelar Turnament Billiard0
- BEM-KM UNIBA Madura Sukses Gelar Pilmapres Untuk Yang Pertama Kalinya0
- UKM English Speaking Club (ESC) Sukses Menggelar Lomba English Competition Se-Jawa Timur0
- Grand Final Potra Potre Batik Madura 2024 Sukses Digelar0
Menurutnya, acara seperti ini berpotensi merusak citra religiusitas dan moralitas masyarakat setempat.
“Sumenep adalah kabupaten yang masyarakatnya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai religius dan moral. Oleh karena itu, acara yang mengandung unsur maksiat seperti ini sebaiknya tidak dilaksanakan. Ini hanya akan mencoreng norma yang berlaku dan berpotensi menimbulkan tindakan kriminal,” ungkap Tolak Amir.
Sebagai bentuk protes, pihak Gamas juga meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk tidak memberikan izin penyelenggaraan acara Urban Night. Mereka menekankan pentingnya menjaga kearifan lokal dan norma-norma yang berlaku di masyarakat Sumenep.
“Saya meminta kepada pemerintah untuk tidak memberikan izin terhadap acara ini. Kami bukan anti terhadap penyelenggaraan acara di Sumenep, tetapi kami menilai acara DJ tersebut sudah keluar dari koridor nilai-nilai kebudayaan lokal masyarakat,” tambahnya. (adm)










