- PT Galaksi Yakusa Pers Layangkan Surat Keberatan Terbuka kepada UNIBA, Soroti Pembatalan Musicvers 2
- Mitra MBG di Jatim Cemas Kebijakan Baru, Khawatir Operasional Dapur dan Nasib Pekerja Terganggu
- Evaluasi MBG hingga Koperasi Merah Putih, Ini Sikap Cipayung Plus Jatim
- PRNU Lenteng Barat Luncurkan Program Kambing Bergilir, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga NU
- BRI Sumenep Hormati Proses Hukum Kasus Dugaan Fraud, Tegaskan Kebijakan Zero Tolerance
- HIMA 2026 Perkenalkan Logo Baru, Gaungkan Semangat Generasi Emas
- Grafiti Bernada Protes Ekonomi Muncul di Malang, Sentil Mahalanya Harga Kebutuhan
- Khidmat untuk Umat, Program Rumah Yatim Ansor Lenteng Dipuji Kemenag Sumenep
- Skandal MBG Menggelinding, LSM Bidik Ingatkan Tak Ada Pejabat yang Kebal Hukum
- LSM Bidik Minta Kejagung dan KPK Turun Tangan, Periksa Dugaan Jual Beli Titik MBG di Madura
PT Galaksi Yakusa Pers Layangkan Surat Keberatan Terbuka kepada UNIBA, Soroti Pembatalan Musicvers 2

SUMENEP - PT Galaksi Yakusa Pers melalui Direktur sekaligus Panitia Penyelenggara Uniba Musicvers 2026, Kurniadi, melayangkan surat keberatan terbuka kepada Ketua Yayasan dan pimpinan Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA).
Surat tersebut berisi protes atas keputusan pembatalan pelaksanaan kegiatan Uniba Musicvers 2026 di lingkungan kampus yang disebut dilakukan sekitar lima hari sebelum acara berlangsung, meski sebelumnya panitia mengaku telah melakukan berbagai persiapan.
Dalam surat yang diterima media, panitia menyatakan kegiatan itu sedianya digelar pada 20 Juni 2026 di area kampus UNIBA dengan menghadirkan sejumlah bintang tamu, seperti Irwan DA2, Ardea, hingga artis asal India, Muhammed Afsal.
Baca Lainnya :
- Mitra MBG di Jatim Cemas Kebijakan Baru, Khawatir Operasional Dapur dan Nasib Pekerja Terganggu0
- Evaluasi MBG hingga Koperasi Merah Putih, Ini Sikap Cipayung Plus Jatim0
- PRNU Lenteng Barat Luncurkan Program Kambing Bergilir, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga NU0
- BRI Sumenep Hormati Proses Hukum Kasus Dugaan Fraud, Tegaskan Kebijakan Zero Tolerance0
- HIMA 2026 Perkenalkan Logo Baru, Gaungkan Semangat Generasi Emas0
Menurut panitia, sejak awal seluruh rangkaian kegiatan telah dikoordinasikan dengan pihak rektorat dan tidak menemui kendala berarti. Bahkan, mereka mengklaim memperoleh dukungan untuk penyelenggaraan kegiatan kemahasiswaan tersebut.
Namun, menjelang hari pelaksanaan, panitia mengaku menerima keputusan bahwa kegiatan tidak diperbolehkan digelar di lingkungan kampus.
"Tepat sekitar H-5 sebelum acara berlangsung muncul keputusan pembatalan atau penolakan pelaksanaan kegiatan di lingkungan kampus," tulis Kurniadi dalam surat keberatan terbuka tersebut.
Panitia menjelaskan, sebelum pembatalan terjadi mereka telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari promosi secara masif, mencetak dan mendistribusikan tiket, menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, hingga mengeluarkan biaya operasional untuk mendukung pelaksanaan acara.
Dalam surat itu juga disebutkan bahwa alasan pembatalan yang disampaikan kepada panitia antara lain karena administrasi dinilai belum lengkap, termasuk belum adanya surat persetujuan kepala desa. Selain itu, panitia menyebut terdapat alasan bahwa mahasiswa tidak diperbolehkan bekerja sama dengan pihak luar, dalam hal ini PT Galaksi Yakusa Pers sebagai perusahaan media yang mendukung pendanaan kegiatan.
Panitia menilai alasan tersebut bertolak belakang dengan adanya kegiatan konser musik lain yang beberapa hari kemudian berlangsung di kampus dan menghadirkan penyanyi populer. Dalam surat itu, panitia mempertanyakan adanya perbedaan perlakuan terhadap kegiatan kemahasiswaan dibanding kegiatan lain yang disebut memperoleh akses penyelenggaraan di lingkungan kampus.
Akibat pembatalan tersebut, panitia mengaku mengalami kerugian material berupa biaya promosi, pencetakan tiket, operasional, serta berbagai pengeluaran lainnya. Selain itu, mereka juga mengklaim mengalami kerugian moril dan immaterial, termasuk terganggunya reputasi penyelenggara dan menurunnya kepercayaan publik.
Melalui surat terbuka itu, PT Galaksi Yakusa Pers mengajukan lima tuntutan kepada pihak Yayasan dan UNIBA, yakni meminta penjelasan resmi terkait dasar pembatalan kegiatan, evaluasi mekanisme perizinan kegiatan kemahasiswaan, pembahasan penyelesaian kerugian yang dialami panitia, evaluasi terhadap pihak yang mengambil keputusan, serta komitmen bersama untuk memperbaiki hubungan antara yayasan, universitas, dan organisasi mahasiswa.
"Kami menyampaikan surat keberatan ini bukan semata-mata untuk memperpanjang polemik, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk memperjuangkan keadilan, akuntabilitas, dan penghormatan terhadap kerja keras seluruh panitia dan pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini," tulis Kurniadi dalam penutup suratnya.
Meski batal digelar di lingkungan kampus, Uniba Musicvers 2026 akhirnya tetap terlaksana pada 20 Juni 2026 dengan dipindahkan ke Lapangan GOR A. Yani Sumenep.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Yayasan maupun Rektorat Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA) belum memberikan tanggapan resmi atas surat keberatan terbuka tersebut. AngkasaTuNews.com akan berupaya meminta konfirmasi kepada pihak kampus guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.









