- Mitra MBG di Jatim Cemas Kebijakan Baru, Khawatir Operasional Dapur dan Nasib Pekerja Terganggu
- Evaluasi MBG hingga Koperasi Merah Putih, Ini Sikap Cipayung Plus Jatim
- PRNU Lenteng Barat Luncurkan Program Kambing Bergilir, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga NU
- BRI Sumenep Hormati Proses Hukum Kasus Dugaan Fraud, Tegaskan Kebijakan Zero Tolerance
- HIMA 2026 Perkenalkan Logo Baru, Gaungkan Semangat Generasi Emas
- Grafiti Bernada Protes Ekonomi Muncul di Malang, Sentil Mahalanya Harga Kebutuhan
- Khidmat untuk Umat, Program Rumah Yatim Ansor Lenteng Dipuji Kemenag Sumenep
- Skandal MBG Menggelinding, LSM Bidik Ingatkan Tak Ada Pejabat yang Kebal Hukum
- LSM Bidik Minta Kejagung dan KPK Turun Tangan, Periksa Dugaan Jual Beli Titik MBG di Madura
- GMNI Jatim : Pelemahan Rupiah Pertegas Pentingnya Kembali ke Jalan Berdikari Bung Karno
Mitra MBG di Jatim Cemas Kebijakan Baru, Khawatir Operasional Dapur dan Nasib Pekerja Terganggu

SURABAYA - Mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur mengaku cemas menyusul adanya kebijakan baru terkait pelaksanaan program selama masa libur sekolah. Kekhawatiran itu muncul karena penghentian sementara distribusi makanan berpotensi berdampak pada operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta ribuan tenaga kerja yang selama ini terlibat dalam program tersebut.
Ketua DPW Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Jawa Timur, Makhrus Sholeh, mengatakan para mitra telah mengeluarkan investasi besar untuk membangun dapur dan memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.
"Teman-teman mitra ini sudah berjuang luar biasa. Banyak yang meminjam modal ke bank, menjual aset, bahkan menggadaikan sertifikat untuk memenuhi kebutuhan operasional dan sarana pendukung program MBG," kata Makhrus.
Baca Lainnya :
- Evaluasi MBG hingga Koperasi Merah Putih, Ini Sikap Cipayung Plus Jatim0
- PRNU Lenteng Barat Luncurkan Program Kambing Bergilir, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga NU0
- BRI Sumenep Hormati Proses Hukum Kasus Dugaan Fraud, Tegaskan Kebijakan Zero Tolerance0
- HIMA 2026 Perkenalkan Logo Baru, Gaungkan Semangat Generasi Emas0
- Grafiti Bernada Protes Ekonomi Muncul di Malang, Sentil Mahalanya Harga Kebutuhan0
Menurutnya, ketika operasional dapur dihentikan sementara selama libur sekolah, para mitra tetap harus menanggung berbagai beban biaya, mulai dari cicilan pinjaman, biaya perawatan fasilitas, hingga gaji tenaga kerja.
"Yang menjadi persoalan, kewajiban tetap berjalan. Cicilan harus dibayar, pekerja juga perlu mendapatkan kepastian. Karena itu kami berharap ada solusi yang bisa menjaga keberlangsungan program sekaligus keberlanjutan usaha para mitra," ujarnya.
Makhrus menilai pemerintah perlu mempertimbangkan alternatif penyaluran MBG selama masa libur sekolah. Salah satu opsi yang bisa dilakukan adalah mengalihkan sasaran penerima manfaat kepada kelompok lain yang juga menjadi target program, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
"Kalau distribusi tetap berjalan kepada kelompok sasaran lainnya, dapur tidak perlu berhenti total. Pekerja tetap bisa bekerja dan roda ekonomi yang sudah terbentuk tetap bergerak," tuturnya.
Ia menegaskan para mitra pada prinsipnya mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program prioritas pemerintah. Namun, para pelaksana di lapangan membutuhkan kepastian kebijakan agar investasi yang telah dikeluarkan tidak menjadi beban yang sulit ditanggung.
"Kami mendukung penuh program ini karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat. Yang kami harapkan adalah adanya kepastian dan solusi agar mitra tidak dirugikan ketika ada perubahan kebijakan," pungkasnya.
Sebelumnya, penghentian sementara pelaksanaan MBG selama masa libur sekolah memunculkan kekhawatiran di kalangan pengelola dapur dan mitra program di berbagai daerah. Selain berdampak pada keberlangsungan operasional dapur, kebijakan tersebut juga dinilai berpotensi memengaruhi pendapatan pekerja serta pelaku UMKM yang menjadi bagian dari rantai pasok program MBG.









