- PT Galaksi Yakusa Pers Layangkan Surat Keberatan Terbuka kepada UNIBA, Soroti Pembatalan Musicvers 2
- Mitra MBG di Jatim Cemas Kebijakan Baru, Khawatir Operasional Dapur dan Nasib Pekerja Terganggu
- Evaluasi MBG hingga Koperasi Merah Putih, Ini Sikap Cipayung Plus Jatim
- PRNU Lenteng Barat Luncurkan Program Kambing Bergilir, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga NU
- BRI Sumenep Hormati Proses Hukum Kasus Dugaan Fraud, Tegaskan Kebijakan Zero Tolerance
- HIMA 2026 Perkenalkan Logo Baru, Gaungkan Semangat Generasi Emas
- Grafiti Bernada Protes Ekonomi Muncul di Malang, Sentil Mahalanya Harga Kebutuhan
- Khidmat untuk Umat, Program Rumah Yatim Ansor Lenteng Dipuji Kemenag Sumenep
- Skandal MBG Menggelinding, LSM Bidik Ingatkan Tak Ada Pejabat yang Kebal Hukum
- LSM Bidik Minta Kejagung dan KPK Turun Tangan, Periksa Dugaan Jual Beli Titik MBG di Madura
Kasus Dugaan Penganiayaan Warnai Sapeken, Kades Jadi Terlapor

SUMENEP, Angkasatunews.com – Kasus dugaan kekerasan terhadap perempuan kembali mencuat di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Seorang perempuan muda berinisial ND (21) , warga Kecamatan Sapeken, melaporkan dirinya menjadi korban yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa berinisial JN .
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (13/8/2025) sekitar pukul 16.55 WIB di Jalan Baru Sapeken. Dalam laporannya, NF mengaku dipukul pada bagian wajah oleh JN hingga mengalami memar.
Kapolsek Sapeken, IPTU Taufik , membenarkan adanya laporan tersebut.
“Benar mas, ada laporan atas nama NF dan terlapor atas nama JN karena diduga jadi korban bersin,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (16/8/2025) .
Baca Lainnya :
- UE Desak Israel Batalkan Rencana Pembangunan Permukiman di Area E1, Apa itu Area E1? 0
- Kegiatan PERKAJUM Annuqayah Berakhir Duka, Seorang Peserta Meninggal Tenggelam di Waduk0
- Genjatan Senjata Segera Terjadi; PM Kamboja dan Thailand Apresiasi Peran Trump0
- Polda Jatim Selidiki Dugaan Pemalsuan SHM di Pantai Gersik Putih, Gapura, Sumenep0
Laporan resmi tercatat dengan nomor LP/B/7/VIII/2025/SPKT/POLSEK SAPEKEN . Polisi menyatakan akan menyetujui kasus tersebut.
“Pihak kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tambah IPTU Taufik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terlapor JN belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi oleh redaksi.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan seorang pejabat desa yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat. Aparat kepolisian diharapkan dapat mengusut tuntas kasus ini demi memberikan keadilan bagi korban, (Adm)










