- Minim Perhatian, Kelas Bocor Ganggu Aktivitas Belajar
- Polda Jatim Musnahkan 22,22 Kg Kokain Temuan Pesisir Sumenep
- Hendra Prayogi: Negara Salah Prioritas, Pendidikan Gratis Harus Didahulukan
- Hari Buruh, Direktur BPRS Bhakti Sumekar Dorong Kesejahteraan Pekerja
- GMNI Jatim di Hari Buruh, Tegas Lawan Sistem Kerja yang Memiskinkan
- BREAKING NEWS: Kades Pragaan Daya Sumenep Dikabarkan Ditangkap Kejari
- Peringati Hari Kartini, dr. Erliyati Tekankan Pentingnya Peran Perempuan di Sektor Kesehatan
- MBG Diduga Basi Ditolak Sekolah, Korwil SPPG Sumenep Pilih Diam
- MBG Ditolak Sekolah, SDN Lebeng Barat II Khawatirkan Kesehatan Siswa
- Antara Fakta dan Sensasi, Racikan Narasi di Dapur MBG
Kasus Dugaan Penganiayaan Warnai Sapeken, Kades Jadi Terlapor

SUMENEP, Angkasatunews.com – Kasus dugaan kekerasan terhadap perempuan kembali mencuat di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Seorang perempuan muda berinisial ND (21) , warga Kecamatan Sapeken, melaporkan dirinya menjadi korban yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa berinisial JN .
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (13/8/2025) sekitar pukul 16.55 WIB di Jalan Baru Sapeken. Dalam laporannya, NF mengaku dipukul pada bagian wajah oleh JN hingga mengalami memar.
Kapolsek Sapeken, IPTU Taufik , membenarkan adanya laporan tersebut.
“Benar mas, ada laporan atas nama NF dan terlapor atas nama JN karena diduga jadi korban bersin,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Sabtu (16/8/2025) .
Baca Lainnya :
- UE Desak Israel Batalkan Rencana Pembangunan Permukiman di Area E1, Apa itu Area E1? 0
- Kegiatan PERKAJUM Annuqayah Berakhir Duka, Seorang Peserta Meninggal Tenggelam di Waduk0
- Genjatan Senjata Segera Terjadi; PM Kamboja dan Thailand Apresiasi Peran Trump0
- Polda Jatim Selidiki Dugaan Pemalsuan SHM di Pantai Gersik Putih, Gapura, Sumenep0
Laporan resmi tercatat dengan nomor LP/B/7/VIII/2025/SPKT/POLSEK SAPEKEN . Polisi menyatakan akan menyetujui kasus tersebut.
“Pihak kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tambah IPTU Taufik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terlapor JN belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi oleh redaksi.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan seorang pejabat desa yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat. Aparat kepolisian diharapkan dapat mengusut tuntas kasus ini demi memberikan keadilan bagi korban, (Adm)










