- Proyek Gudang Bawang Merah DKPP Sumenep Rp1 Miliar Menuai Sorotan Publik
- Momentum HPN, Kepala DKPP Sumenep Tekankan Peran Pers
- Momentum HPN, Direktur BPRS Sumenep Ungkap Pentingnya Peran Pers
- HPN 2026, Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Tekankan Peran Strategis Pers
- Hadiri RS BHC Run 2026, MH Said Abdullah Tegaskan Komitmen Dukung Kesehatan Publik
- DKPP Sumenep Dorong Konsumsi Pangan Lokal demi Gizi Masyarakat
- Peringati Hari Gizi Nasional, RSUD Sumenep Ingatkan Pentingnya Makan Sehat
- Aktivitas Galian C Dekat Asta Tinggi Tuai Sorotan Paguyuban Potra-Potre Madura: Kesakralan Rusak!
- GMNI Jatim Tegas Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Ancam Hak Politik Rakyat
- Retrebusi Pantai Slopeng Diduga Tak Sesuai Perda, Kepala Disbudporapar Angkat Bicara
IKLI 2024: Infrastruktur Sumenep Raih Nilai 82,41, Masuk Kategori Baik

SUMENEP, angkasatunews.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kembali merilis hasil Pengukuran Indeks Kualitas Layanan Infrastruktur (IKLI) Tahun 2024. Dari evaluasi tersebut, layanan infrastruktur di Kabupaten Sumenep mencatatkan nilai 82,41 dengan kategori “Baik”.
Capaian itu menunjukkan bahwa masyarakat menilai infrastruktur di Sumenep telah memberikan manfaat yang cukup optimal dan memenuhi kebutuhan pelayanan publik.
Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa IKLI merupakan instrumen penting untuk mengukur efektivitas layanan infrastruktur dari perspektif masyarakat.
Baca Lainnya :
- Pertumbuhan Ekonomi Sumenep 2025 Lampaui Target RPJMD Bappeda Pastikan Tren Positif Ekonomi Sumenep 0
- Rakyat Sumenep Menjerit Harga Pupuk Mahal di Luar HET, Jong Sumekar Minta Pemerintah Bertindak0
- Krisis Air Tak Kunjung Selesai, Warga Ancam Turun ke Jalan Jika PDAM Diam0
- CIPAYUNG PLUS JATIM TOLAK GELAR PAHLAWAN UNTUK SOEHARTO, SEBUT CEDERAI KEADILAN SEJARAH0
- Roni Ardianto, Pemberian Gelar Pahlawan kepada Soeharto Adalah Upaya Pemutihan Dosa Politik Orba0
“Pengukuran IKLI menjadi alat evaluasi yang penting untuk mengetahui sejauh mana pelayanan infrastruktur kita memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Arif menegaskan bahwa hasil evaluasi tersebut akan digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Penilaian IKLI meliputi berbagai jenis layanan infrastruktur tanpa membedakan sumber anggaran. Mulai dari jalan dan jembatan, transportasi darat–laut–udara, jaringan air bersih, sanitasi, irigasi, ruang publik, hingga pengelolaan sampah. Survei menilai aspek ketersediaan layanan, kondisi fisik, kesesuaian pembangunan dengan kebutuhan masyarakat, tingkat pemanfaatan, serta kontribusinya terhadap perekonomian.
Pelaksanaan IKLI mengacu pada sejumlah regulasi nasional, termasuk Undang-Undang Pelayanan Publik, Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan Pelayanan Publik, serta Permendagri mengenai Standar Pelayanan Minimal. Dengan demikian, proses evaluasi dapat berjalan objektif dan dapat menjadi tolok ukur pembangunan daerah.
Meski memperoleh kategori “Baik”, Pemkab Sumenep memastikan masih akan terus menggenjot kualitas dan pemerataan pembangunan.
“Kami bersyukur atas hasil yang menunjukkan kepuasan masyarakat terhadap infrastruktur di Kabupaten Sumenep. Namun kami tetap berkomitmen meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan agar manfaatnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Pemkab Sumenep menegaskan hasil IKLI 2024 akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih inovatif, adaptif, dan berkelanjutan demi mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Adm)










