- Madura Bertaya : Apa kabar Janji, Pak Said
- Jalan Sunyi Seorang Edy Rasiadi : Sosok Bijak yang Selalu Hadir dengan Solusi
- AMSB Kecewa: Dari 110 Perusahaan Rokok di Sumenep, Hanya 20 yang Dibekukan
- Anggota DPR RI Hj. Ansari Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Ny. Rifkah Daniati
- 1.250 Mahasiswa Baru UNIBA Madura Resmi Dikukuhkan Lewat Tradisi Penyiraman
- Kasus Kades Sapeken, PABPDSI Ingatkan Pentingnya Kepemimpinan yang Bijak
- Pembinaan Bukan dengan Tangan Kasar, Akademisi Hukum Kritik Keras Aksi Kades Sapeken
- Kekerasan Kades Sapeken: Polisi Jangan Pakai Pasal Perban untuk Luka Robek
- Yayasan Al-Mardliyyah Rayakan Kemerdekaan RI ke-80, Doa dan Simbol Persatuan Warnai Acara
- Mungkinkah NKRI Berdaulat dan Merdeka dari Penjajahan Paham Transnasional?
Madura Bertaya : Apa kabar Janji, Pak Said

Madura – Gelombang keresahan rakyat kini makin membesar. Bukan hanya karena harga beras yang kian melambung, bukan hanya karena lapangan kerja yang makin sempit, tapi juga karena kabar “manis” dari Senayan: tunjangan anggota DPR RI siap naik.
Melalui sebuah surat terbuka yang ditujukan langsung kepada Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, masyarakat mempertanyakan logika di balik kebijakan itu.
“Di saat rakyat antre beras murah, anggota DPR antre tanda tangan kenaikan tunjangan. Rasanya seperti mimpi buruk yang disiarkan langsung,” tulis Alif Rofiq, warga Madura, yang sekaligus menanyakan kapan wakil rakyat itu pulang kampung.
Baca Lainnya :
- Yayasan Al-Mardliyyah Rayakan Kemerdekaan RI ke-80, Doa dan Simbol Persatuan Warnai Acara0
- Mungkinkah NKRI Berdaulat dan Merdeka dari Penjajahan Paham Transnasional? 0
- UNIBA Madura Gelar Upacara HUT RI Ke-80, Generasi Baru Disambut Semangat Kebangsaan0
- GMNI: Menyongsong 80 Tahun Kemerdekaan dengan Nafas Trisakti0
- Heboh Bendera One Pice Berkibar Di Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Peringatkan Soal Ancaman Pidana0
Surat itu juga menyinggung kebijakan pajak yang terus naik, dari PPN hingga iuran-iuran baru, yang katanya demi penerimaan negara. “Tapi kami justru penerima tagihan, bukan penerima manfaat,” sindirnya.
Tak berhenti di situ, masyarakat Madura pun menagih janji pembangunan dari sang legislator. “Selama menjabat, apa program nyata yang sudah diperjuangkan untuk Madura? Jalan? Pendidikan? Lapangan kerja? Kami menunggu bukti, bukan baliho,” lanjut Mantan Ketua Cabang PMII Sumenep itu.
Di akhir, masyarakat melempar satu pertanyaan sederhana tapi menohok:
“Kapan Bapak pulang kampung? Karena kami sudah lama menunggu duduk bersama, bukan hanya duduk di kursi empuk Senayan.” (adm)