- BPRS Bhakti Sumekar Ajak Warga Bijak Kelola THR Agar Tidak Habis Seketika
- Dies Natalis GMNI ke-72, Hairil Fajar: Perkuat Semangat Marhaenisme di Era Modern
- Kemenag Prediksi Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Hilal Belum Memenuhi Syarat
- Jelang Idul Fitri, Rumah Kebangsaan Jatim dan Polda Jatim Berbagi untuk Mahasiswa
- Bersama PAC PDI-P Guluk-Guluk, H. Abd Rahman Santuni Anak Yatim
- Ramadhan Peduli Warnai Kebersamaan Warga Pinggir Papas
- Peduli PKL di Bulan Ramadhan, Sulahuddin Salurkan Sembako dan Bukber Bersama PAC Lenteng
- GMNI Jawa Timur Minta Aparat Usut Tuntas Teror terhadap Aktivis Andrie Yunus
- Sentuhan Kepedulian PAC PDI-P Lenteng untuk Anak Yatim
- Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim Peringati Nuzulul Quran di Lenteng Barat
Tantangan Terbuka Bagi DPRD Kab. Sumenep Dapil VIII, Ketum FORMAKA Beberkan Fakta Ini!

Keterangan Gambar : Ketua & anggota berfoto bersama (foto: istimewa)
Sumenep, Angkasatunews.com — Forum Mahasiswa Kangayan (FORMAKA) mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep pada Kamis, 08/05/2025.
Kedatangan mereka untuk memastikan secara lansung surat undangan yang ditujukan kepada para anggota DPRD Dapil VIII Kabupaten Sumenep benar-benar diterima dan tersampaikan.
Ketua Umum FORMAKA, Rifqy Qalib Mustafa menyampaikan, surat undangan tersebut bukan sekedar undangan biasa. “Ini adalah bentuk tantangan terbuka kepada Anggota DPRD Dapil VIII untuk hadir dalam acara Pelantikan & Focus Group Discussion (FGD) FORMAKA,”
Baca Lainnya :
- Konfercab PMII Sumenep Abaikan LPJ Ketua, Zaki Terpilih Mejadi Ketum PC PMII Sumenep0
- Audiensi FKP ke Kapolres Baru Sumenep, Bicara Soal Galian C Ilegal Hingga Peredaran Narkoba0
- Perkuat Literasi Keuangan Syariah, BPRS Bhakti Sumekar Luncurkan Program BBS Sekolah0
- Moh Zaki Warnai Konfercab PMII Sumenep 0
- Pelabuhan Raas Sumenep Gelap Gulita, Penumpang Khawatir Barang Bawaannya Hilang0
Diketahui, Pelantikan dan FGD FORMAKA akan diselenggarakan pada tanggal 11/05/2025 mendatang. Acara tersebut mengangkat tema besar yang sangat fenomenal: “Fasilitas Krisis, Rakyat Kepulauan Menangis: Pemerintah Kemana?”
Rifky mengungkapkan, tema tersebut diambil dari realitas kenyataan hidup masyarakat kepulauan, khususnya masyarakat Kangayan—yang faktanya masih saja memikul beban masalah lama yang tak kunjung dituntuskan dan terus saja terpinggirkan.
Lebih lanjut ia menyampaikan keinginannya bersama anggota FORMAKA tidak ingin hanya bersuara. Mereka bermaksud membuka ruang dialog terbuka dengan wakil mereka agar jeritan masyarakat kangayaan tidak haya bergaung di ruangan hampa.
“Kami menantang: Hadirlah! Tunjukan bahwa telinga dan hati para legislator masih terhubung dengan denyut nadi rakyat yang kalian wakili,” pungkasnya. (Adit)










