- Minim Perhatian, Kelas Bocor Ganggu Aktivitas Belajar
- Polda Jatim Musnahkan 22,22 Kg Kokain Temuan Pesisir Sumenep
- Hendra Prayogi: Negara Salah Prioritas, Pendidikan Gratis Harus Didahulukan
- Hari Buruh, Direktur BPRS Bhakti Sumekar Dorong Kesejahteraan Pekerja
- GMNI Jatim di Hari Buruh, Tegas Lawan Sistem Kerja yang Memiskinkan
- BREAKING NEWS: Kades Pragaan Daya Sumenep Dikabarkan Ditangkap Kejari
- Peringati Hari Kartini, dr. Erliyati Tekankan Pentingnya Peran Perempuan di Sektor Kesehatan
- MBG Diduga Basi Ditolak Sekolah, Korwil SPPG Sumenep Pilih Diam
- MBG Ditolak Sekolah, SDN Lebeng Barat II Khawatirkan Kesehatan Siswa
- Antara Fakta dan Sensasi, Racikan Narasi di Dapur MBG
Sindiran Pedas Alif Rofiq di Hari Jadi Sumenep, Dari Migas hingga Infrastruktur Rusak

Sumenep – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-756 tak luput dari sorotan kritis kalangan muda. Salah satunya datang dari tokoh pemuda Sumenep, Alif Rofiq, yang juga dikenal aktif di organisasi kepemudaan. Melalui status media sosialnya, ia menyampaikan sindiran tajam terhadap kondisi pembangunan dan tata kelola di Kabupaten Sumenep.
Dalam unggahan tersebut, Alif menulis dengan nada satir, “Ngopeni Sumenep dengan cara apa?”, lalu menyertakan sembilan poin yang menyinggung berbagai persoalan di daerah ujung timur Madura itu.
“1. Ekploitasi migas, 2. Bangun tambak di sepanjang pinggir pantai, 3. Galian C di mana-mana, 4. Melindungi PR rokok ilegal, 5. Bangun hotel, perumahan, gudang di lahan produktif, 6. Miskin nomor 3 di Jawa Timur, 7. 100 event dalam 1 tahun, 8. Korupsi berjemaah, 9. Dan membiarkan infrastruktur yang rusak di banyak wilayah se-Kabupaten Sumenep,” tulisnya.
Baca Lainnya :
- Rumah Kebangsaan Jatim Tanamkan Nilai Nasionalisme Lewat Perkemahan Kader Bangsa 20250
- Demo Jilid II GMNI Sumenep Ke BPN0
- Desak Reforma Agraria, GMNI Sumenep Ultimatum BPN 7x24 Jam0
- PAC Ansor Manding Gelar Maulid Nabi & Doa Bersama, Sutikno Tekankan Kekeluargaan0
- Madura Bertaya : Apa kabar Janji, Pak Said0
Alif menutup pesannya dengan kalimat sindiran, “Selamat hari jadi (jadian) Kabupaten Sumenep yang ke-756.”
Menurut Alif, unggahan itu merupakan bentuk keprihatinan terhadap arah pembangunan Sumenep yang dinilainya masih jauh dari kesejahteraan masyarakat. “Saya cinta Sumenep, karena itu saya bicara. Bukan untuk menjatuhkan, tapi mengingatkan,” ujarnya ketika dikonfirmasi.
Ia berharap momentum hari jadi Sumenep tak hanya diisi dengan seremoni dan slogan, tetapi menjadi waktu untuk melakukan refleksi dan pembenahan serius, terutama di bidang ekonomi rakyat dan pemerataan pembangunan infrastruktur.
“Sumenep ini punya potensi besar, tapi kalau dikelola dengan mental pesta dan proyek, rakyat tetap di tempat yang sama,” tambahnya.
Unggahan Alif Rofiq tersebut menuai beragam tanggapan di media sosial, sebagian mendukung kritiknya sebagai bentuk kepedulian, sebagian lagi menilai pernyataan itu terlalu tajam. Namun, bagi Alif, kritik adalah bagian dari cinta terhadap tanah kelahiran. (Adm)










