- BPRS Bhakti Sumekar Ajak Warga Bijak Kelola THR Agar Tidak Habis Seketika
- Dies Natalis GMNI ke-72, Hairil Fajar: Perkuat Semangat Marhaenisme di Era Modern
- Kemenag Prediksi Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Hilal Belum Memenuhi Syarat
- Jelang Idul Fitri, Rumah Kebangsaan Jatim dan Polda Jatim Berbagi untuk Mahasiswa
- Bersama PAC PDI-P Guluk-Guluk, H. Abd Rahman Santuni Anak Yatim
- Ramadhan Peduli Warnai Kebersamaan Warga Pinggir Papas
- Peduli PKL di Bulan Ramadhan, Sulahuddin Salurkan Sembako dan Bukber Bersama PAC Lenteng
- GMNI Jawa Timur Minta Aparat Usut Tuntas Teror terhadap Aktivis Andrie Yunus
- Sentuhan Kepedulian PAC PDI-P Lenteng untuk Anak Yatim
- Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim Peringati Nuzulul Quran di Lenteng Barat
Pengadaan Tablet DPRD Sumenep Disorot : Anggota Dewan Sudah Menerima Perangkat Baru?

Keterangan Gambar : M. Wakil, Sekretaris Umum PMII Komisariat PMII UNIBA
Sumenep, angkasatunews.com — Renca pengadaan Samsung Galaxy Tab S7 FE 5G di lingkungan DPRD Sumenep yang sebelumnya dibatalkan kembali menuai pertanyaan di masyarakat.
Pasalnya, rencana pengadaan yang dibiayai oleh APBD Sumenep sebesar 500 juta itu, diduga telah di distribusikan kepada beberapa Anggota Dewan.
Dilansir dari bangsapedia.com, salah satu Anggota Dewan yang enggan disebutkan namanya mengakui telah menerima tablet tersebut.
Baca Lainnya :
- Benefit Beasiswa: HIMAKSI UNIBA Madura Tantang Pelajar Akuntansi Se-Madura Di Lomba SBAC 20250
- Berapa Uang Pemkab Sumenep yang Diendapkan di Bank?0
- HIMAKSI UNIBA Madura Gelar Stadium General, Tekankan Profesional Auditor Di Era Digital0
- Pengurus PMII UNIBA Dilantik, Rektor: UNIBA Besar karena PMII0
- BEM-KM UNIBA Madura Bawa Tuntutan Isu Lokal Ke Nasional0
“Iya, saya menerima,” singkatnya saat dikonfirmasi kamis, (4/12/2025), dikutip dari bangsapedia.com.
Sementara itu, M. Wakil, Sekretaris Umum PMII Komisariat UNIBA Madura menyampaikan kritikan yang sangat tajam.
Ia menilai bahwa sejak awal pengadaan tablet merupakan manifestasi kecacatan kebijakan dan berpikir Sekretariat Dewan, yang diduga menjadi aktor utama dalam pengadaan ini.
Jika benar Anggota Dewan telah menerima tablet yang yang direncakan, ia tidak segan-segan akan menggruduk kantor DPRD Sumenep.
“Saat ini kami sudah mengantongi beberapa data,” ujarnya.
Selain itu, Samsung Galaxy Tab S7 FE 5G menurutnya sudah tidak lagi diproduksi di Indonesia.
“Lantas, apakah anggaran 500 juta layak dijadikan akomodasi pembelian barang, jika yang dibeli barang second atau lelang?,” tambahnya.
Dengan kejadian yang berdar, publik berharap ada transparansi pengadaan barang di lingkungan DPRD Sumenep.
Media ini sampai sekarang mencoba menghubungi Sekretaris DPRD Sumenep untuk dimintai keterangan. Namun karena keterbatasan akses informasi, media ini masih mencari kebenaran yang terjadi.










