- Proyek Gudang Bawang Merah DKPP Sumenep Rp1 Miliar Menuai Sorotan Publik
- Momentum HPN, Kepala DKPP Sumenep Tekankan Peran Pers
- Momentum HPN, Direktur BPRS Sumenep Ungkap Pentingnya Peran Pers
- HPN 2026, Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Tekankan Peran Strategis Pers
- Hadiri RS BHC Run 2026, MH Said Abdullah Tegaskan Komitmen Dukung Kesehatan Publik
- DKPP Sumenep Dorong Konsumsi Pangan Lokal demi Gizi Masyarakat
- Peringati Hari Gizi Nasional, RSUD Sumenep Ingatkan Pentingnya Makan Sehat
- Aktivitas Galian C Dekat Asta Tinggi Tuai Sorotan Paguyuban Potra-Potre Madura: Kesakralan Rusak!
- GMNI Jatim Tegas Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Ancam Hak Politik Rakyat
- Retrebusi Pantai Slopeng Diduga Tak Sesuai Perda, Kepala Disbudporapar Angkat Bicara
Berapa Uang Pemkab Sumenep yang Diendapkan di Bank?

Pertanyaan ini sederhana, tapi jawabannya bisa mengguncang publik Sumenep.
Berapa sebenarnya uang rakyat yang saat ini mengendap manis di rekening-rekening bank milik Pemkab Sumenep? Apakah uang itu sengaja “diparkir” agar terlihat rapi di laporan keuangan, atau justru ada permainan kepentingan di balik saldo yang tidak segera digerakkan untuk kesejahteraan rakyat?
Sementara masyarakat di pelosok masih berjuang mencari air bersih, jalan desa rusak parah, dan UMKM menjerit karena minim modal, Pemkab tampak nyaman menimbun dana. Uang rakyat seolah bukan untuk rakyat, tapi untuk mempercantik angka-angka dalam laporan akhir tahun.
Baca Lainnya :
- HIMAKSI UNIBA Madura Gelar Stadium General, Tekankan Profesional Auditor Di Era Digital0
- Pengurus PMII UNIBA Dilantik, Rektor: UNIBA Besar karena PMII0
- BEM-KM UNIBA Madura Bawa Tuntutan Isu Lokal Ke Nasional0
- PMII Uniba Madura Gelar Pelatihan Menulis dalam Rangkaian Suluh Sumbu Pergerakan0
- PMII UNIBA Madura Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW & Forum Taliasi1
Apakah uang tersebut memang belum terserap karena buruknya perencanaan dan birokrasi yang lambat? Atau karena adanya motif lain, bunga bank yang menggiurkan, atau bahkan “kerjasama strategis” yang tak pernah transparan?
Publik berhak tahu!
Uang yang diendapkan itu bukan milik pribadi pejabat, melainkan milik masyarakat Sumenep. Setiap rupiah yang tidak terserap adalah potensi kesejahteraan yang tertunda. Dan setiap hari keterlambatan adalah bentuk ketidakpedulian terhadap penderitaan rakyat kecil.
Sudah saatnya DPRD dan lembaga pengawas turun tangan. Audit terbuka, bukan basa-basi. Karena ketika uang rakyat diam di bank, kesejahteraan ikut mati pelan-pelan.
Oleh: Jong Sumekar










