Breaking News
- Aktivitas Galian C Dekat Asta Tinggi Tuai Sorotan Paguyuban Potra-Potre Madura: Kesakralan Rusak!
- GMNI Jatim Tegas Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Ancam Hak Politik Rakyat
- Retrebusi Pantai Slopeng Diduga Tak Sesuai Perda, Kepala Disbudporapar Angkat Bicara
- Ratusan Tambak Udang di Sumenep Belum Berizin, DPRD Dorong Penertiban
- Dana Insentif Guru Diduga Dipotong Oknum, DPRD Sumenep Minta Korban Segera Lapor
- Pesan Tahun Baru dr. Erliyati untuk Warga Sumenep: Jaga Kesehatan Sejak Dini
- PMII UNIBA Madura Tantang Disbudporapar Tindak Tegas News Year Party Tak Berizin
- Disdik Sumenep Tantang Sebut Oknum Jika Ada Pemotongan Insentif Guru
- Dugaan Pemotongan Dana Insentif Guru Non ASN Mencuat di Sumenep
- Awal Tahun, Doa dan Harapan Petani Sumenep untuk Hasil Lebih Baik
Mengurai Polemik Seismik Migas di Kangean, Benarkah Ada Aktor di Balik Gejolak?

Sumenep – Polemik penolakan survei seismik migas di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, kembali mencuri perhatian publik. Aktivitas yang sejatinya masih dalam tahap pemetaan menggunakan teknologi eksplorasi modern itu menuai resistensi sebagian warga.
Pemerintah pusat sebenarnya tengah mendorong eksplorasi migas untuk menjaga ketahanan energi nasional. Namun, di sisi lain, keresahan masyarakat setempat terkait dampak lingkungan dan sosial belum sepenuhnya terjawab.
Akademisi Saiful Bahri menilai kondisi ini tak boleh dibiarkan berlarut-larut. “Suasana di Kangean sedang panas. Masyarakat perlu benar-benar memahami apa itu seismik agar tidak mudah dimanfaatkan pihak lain,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya pendekatan yang jernih dan transparan dari pemerintah kepada masyarakat. “Dengan akses digital yang terbuka lebar, mestinya pemahaman publik lebih mudah dibangun. Jangan sampai warga termakan provokasi yang akhirnya justru merugikan mereka sendiri,” tambahnya.
Di lapangan, sejumlah warga disebut enggan membuka ruang dialog, memilih tetap menyuarakan penolakan tanpa kompromi. Kondisi ini kemudian memunculkan dugaan adanya aktor tertentu yang menunggangi gejolak sosial. “Kalau sudah melawan aturan dan cenderung memusuhi negara, itu bisa masuk kategori perbuatan melawan hukum. Jangan biarkan masyarakat kita jadi korban kepentingan segelintir orang,” pungkas Saiful. (Adm)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments



.png)

_(1).png)




