- PT Galaksi Yakusa Pers Layangkan Surat Keberatan Terbuka kepada UNIBA, Soroti Pembatalan Musicvers 2
- Mitra MBG di Jatim Cemas Kebijakan Baru, Khawatir Operasional Dapur dan Nasib Pekerja Terganggu
- Evaluasi MBG hingga Koperasi Merah Putih, Ini Sikap Cipayung Plus Jatim
- PRNU Lenteng Barat Luncurkan Program Kambing Bergilir, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga NU
- BRI Sumenep Hormati Proses Hukum Kasus Dugaan Fraud, Tegaskan Kebijakan Zero Tolerance
- HIMA 2026 Perkenalkan Logo Baru, Gaungkan Semangat Generasi Emas
- Grafiti Bernada Protes Ekonomi Muncul di Malang, Sentil Mahalanya Harga Kebutuhan
- Khidmat untuk Umat, Program Rumah Yatim Ansor Lenteng Dipuji Kemenag Sumenep
- Skandal MBG Menggelinding, LSM Bidik Ingatkan Tak Ada Pejabat yang Kebal Hukum
- LSM Bidik Minta Kejagung dan KPK Turun Tangan, Periksa Dugaan Jual Beli Titik MBG di Madura
Kapal Pusling Kangayan Pindah Kepemilikan, Formaka Audiensi DKP2KB

Keterangan Gambar : Ketua Umum Formaka, Rifi Qalbu bersama anggota berfoto bersama dengan Kepala DKP2KB usai audiensi
Sumenep, angkasatunews.com — Forum Mahasiswa Kangayan (Formaka) menggelar audiensi dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian, Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Sumenep, Kamis, (11/12/2025).
Audiensi dilakukan setalah kapal Puskesmas Keliling (Pusling) bantuan Kemenkes RI yang sebelumnya beroprasi sejak 2013 di Kangayan berpindah kepemilikan ke Yayasan Sabat Tani, Sapeken.
Ketua Umum Formaka, Rifqi Qalib mengungkapkan bahwa pada tahun 2020 Kapal sudah berhenti beroprasi karena alasan kerusakan mesin.
Baca Lainnya :
“Padahal Pusling dibutuhkan masyarakat, beroprasi di daerah terpencil seperti Pulau Saobi, Sapapan, Bungin Nyarat, serta di kawasan curam: Cangkramaan dan Tembayangan,” ungkap Arif, kamis, (11/12).
Lebih lanjut ia mengungkapkan, kapal Pusling itu sebelumnya tercatat sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebagaimana diatur dalam UU RI 1/2004 tentang Pembendaharan Negara jo PP RI 28/2020 tentang Pengolahan BMN/D.
“Ini sudah melenceng dari produser yang diatur, Pusling masih berstatus BMN, Pemkab Sumenep tidak punya kewenangan untuk penguasaan,” jelasnya.
Dalam audiensi, Arif meminta DKP2KB untuk mempertegas kepemilikan Pusling dan mendasak kapal tersebut dikembalikan.
“Kapal harus dikembalikan ke Puskesman Kangayan agar kembali melayani masyarakat, jika tidak, ini masuk indikasi penggelapan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DKP2KB Sumenep, Ellya Fardasya mengaku belum memastikan status kapal tersebut. Namun, ia mengetahui sebelumnya kapal tersebut memang aset Kemenkes RI.
“kami akan berupaya memastikannya, tapi seandainya Kemenkes telah menghibahkan ke Pemkab Sumenep, maka terserah Pemkab pengelolaannya seperti apa... selesai ‘kan masalah ini!” jelas Ellya saat audiensi.
Sebagai alternatif untuk mengganti kapal Pusling ia menjanjikan Perahu Siaga setiap Kecamatan.
Ellya juga mengapresiasi kepedulia Formaka terkait kesehatan di Kangayan. Berkat audiensi, tambahnya, DKP2KB mengetahui terkait kebutuhan masyarakat.
“Kalau ada ketidaksempurnaan itu memang kelalaian kami. Oleh karena itu, kami merekomendasikan Perahu Siaga agar kedepannya pelayanan kesehatan lebih baik,” pungkas.










