- PT Galaksi Yakusa Pers Layangkan Surat Keberatan Terbuka kepada UNIBA, Soroti Pembatalan Musicvers 2
- Mitra MBG di Jatim Cemas Kebijakan Baru, Khawatir Operasional Dapur dan Nasib Pekerja Terganggu
- Evaluasi MBG hingga Koperasi Merah Putih, Ini Sikap Cipayung Plus Jatim
- PRNU Lenteng Barat Luncurkan Program Kambing Bergilir, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga NU
- BRI Sumenep Hormati Proses Hukum Kasus Dugaan Fraud, Tegaskan Kebijakan Zero Tolerance
- HIMA 2026 Perkenalkan Logo Baru, Gaungkan Semangat Generasi Emas
- Grafiti Bernada Protes Ekonomi Muncul di Malang, Sentil Mahalanya Harga Kebutuhan
- Khidmat untuk Umat, Program Rumah Yatim Ansor Lenteng Dipuji Kemenag Sumenep
- Skandal MBG Menggelinding, LSM Bidik Ingatkan Tak Ada Pejabat yang Kebal Hukum
- LSM Bidik Minta Kejagung dan KPK Turun Tangan, Periksa Dugaan Jual Beli Titik MBG di Madura
DPD GMNI Jatim Buka Rapimda di Ngawi, Tekankan Regenerasi Kader dan Penguatan Nasionalisme

Keterangan Gambar : Ketua DPD GMNI Jatim, Hendra Prayogo, saat sambutan dipembukaan Rapimda
Ngawi, angkasatunews.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Timur resmi membuka Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) di Pendopo Wedya Graha, Kabupaten Ngawi, Jumat (19/12).
Rapimda yang mengusung tema “Solidaritas GMNI Jatim: Menguatkan Peran Strategis Kader dalam Arah Baru Perjuangan” ini menjadi forum konsolidasi organisasi untuk merespons tantangan internal dan eksternal gerakan mahasiswa di Jawa Timur.
Ketua DPD GMNI Jawa Timur, Hendra Prayogi, menegaskan pentingnya kesinambungan kaderisasi di tengah tantangan ideologis dan manajerial organisasi yang kian kompleks.
Baca Lainnya :
“GMNI Jawa Timur tidak boleh berhenti melahirkan kader terbaik. Kedepan tentu tantangan organisasi tidak mudah baik ideologi maupun manajemen organisasi,” tegas Hendra.
Selain membahas agenda internal organisasi, Hendra juga menyinggung persoalan kebencanaan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Ia mengajak kader GMNI untuk menaruh perhatian serius terhadap isu ekologi.
“Maribersama kita menjaga bumi dan lingkungan dengan menolak segala alih fungsi lahan untuk komersil,” ujarnya.
Rapimda GMNI Jatim juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, secara virtual. Emil mengapresiasi peran GMNI sebagai salah satu pilar penting gerakan kemahasiswaan nasional.
Ia berharap GMNI mampu menjaga dan membumikan nilai-nilai nasionalisme di tengah arus globalisasi yang semakin kuat.
“Mudah-mudahan GMNI sebagai pilar dari gerakan kemahasiswaan benar-benar bisa membumikan nasionalisme di tengah globalisasi, bukan hal yang sederhana untuk memantapkan nilai ini. Kami juga mengapresiasi kepada kader GMNI yang memprioritaskan waktunya untuk mencintai tanah air,” ujar Emil.
Menurut Emil, semangat nasionalisme harus terus dirawat dan diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi wacana.
Harapan serupa disampaikan Wakil Bupati Ngawi yang juga Ketua PA GMNI Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko. Ia berharap Rapimda mampu melahirkan program-program konkret dan produktif yang selaras dengan potensi daerah.
“Kami berharap bagaimana dalam pelaksanaan Rapimda ini adalah untuk membangun dan merencanakan berbagai kegiatan, kami juga berharap bahwa ide & gagasan Bung Karno dibumikan bersama melalui berbagai program yang akan diputuskan dalam Rapimda nanti,” ungkap politisi yang akrab disapa Totok itu.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur, Edi Suprianto, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Ngawi sebagai tuan rumah Rapimda. Menurutnya, Ngawi memiliki posisi strategis sebagai lumbung pangan nasional.
Ia juga menilai GMNI memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan bangsa.
“Sebagai rumah kaum nasionalis, GMNI adalah organisasi terdepan dalam merawat Pancasila, UUD, serta persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Edi.
Edi secara khusus menyoroti program unggulan GMNI Jatim “Satu Komisariat Satu Binaan Desa” sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Ia meyakini kader GMNI mampu menjadi motor pembangunan nasional dalam menyongsong bonus demografi.
Rapimda GMNI Jawa Timur secara resmi dibuka Ketua Umum DPP GMNI, Muhammad Risyad Pahlefy. Dalam orasinya, Risyad menekankan bahwa persatuan bukanlah tujuan akhir, melainkan instrumen untuk mencapai kemakmuran bersama.
“Persatuan nasional bukanlah ujung. Jatim adalah daerah besar, baik jumlah kader maupun potensinya. Maka dari itu kami mengajak kepada seluruh kader GMNI baik di tingkat DPC maupun DPD untuk mensukseskan persatuan,” seru Risyad.
Pembukaan Rapimda ini turut dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Ngawi serta komisioner Bawaslu dan KPU tingkat provinsi maupun kabupaten, yang mencerminkan sinergi antara GMNI dan para pemangku kepentingan demokrasi di Jawa Timur. *Adty










