- Proyek Gudang Bawang Merah DKPP Sumenep Rp1 Miliar Menuai Sorotan Publik
- Momentum HPN, Kepala DKPP Sumenep Tekankan Peran Pers
- Momentum HPN, Direktur BPRS Sumenep Ungkap Pentingnya Peran Pers
- HPN 2026, Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Tekankan Peran Strategis Pers
- Hadiri RS BHC Run 2026, MH Said Abdullah Tegaskan Komitmen Dukung Kesehatan Publik
- DKPP Sumenep Dorong Konsumsi Pangan Lokal demi Gizi Masyarakat
- Peringati Hari Gizi Nasional, RSUD Sumenep Ingatkan Pentingnya Makan Sehat
- Aktivitas Galian C Dekat Asta Tinggi Tuai Sorotan Paguyuban Potra-Potre Madura: Kesakralan Rusak!
- GMNI Jatim Tegas Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Ancam Hak Politik Rakyat
- Retrebusi Pantai Slopeng Diduga Tak Sesuai Perda, Kepala Disbudporapar Angkat Bicara
Audiensi Sempat Tegang: AMS Usir Anggota DPRD Sumenep, Hanya Pimpinan yang Bertahan

Keterangan Gambar : Korlap Aksi, Ardianta Alzi Candra
Sumenep, angkasatunews.com — Audiensi antara Aliansi Masyarakat Sumenep (AMS) dengan DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sempat diwarnai ktegangan pada Selasa (02/09/2025) siang di lantai II kantor dewan.
Dalam forum tersebut, mahasiswa meminta 16 anggota DPRD yang hadir untuk meninggalkan ruangan.
Koordinator AMS, Ardianta Alzi Candra, menegaskan bahwa pihaknya hanya ingin berdialog langsung dengan empat pimpinan DPRD Sumenep.
Baca Lainnya :
“Tanpa mengurangi rasa hormat, dipersilahkan anggota yang lain keluar, yang kami butuhkan 4 pimpinan DPRD Sumenep,” kata Ardi di hadapan forum, Selasa (2/9).
Permintaan itu sempat ditanggapi Wakil Ketua DPRD Sumenep, Indra Wahyudi, yang menanyakan asal mahasiswa.
“Ini yang aliansi masyarakat bukan?” tanya Indra.
Berdasarkan pantauan di lokasi, 16 anggota DPRD yang awalnya hadir akhirnya meninggalkan ruangan. Menariknya, saat wartawan mencoba meminta komentar setelah mereka keluar, seluruh anggota dewan tersebut memilih tidak memberikan keterangan.
Sementara itu, Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, bersama tiga wakil ketua, Indra Wahyudi, Dul Siam, dan M. Syukri, tetap bertahan menemui delapan perwakilan AMS.
Diketahui sebelumnya, AMS sempat berencana menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Sumenep. Namun, rencana tersebut dialihkan menjadi audiensi resmi. Pertemuan itu dihadiri sekitar 18 anggota dewan, termasuk pimpinan fraksi serta unsur ketua dan wakil ketua DPRD.
Dalam kesempatan itu, Ardi menyampaikan bahwa AMS membawa aspirasi masyarakat terkait persoalan lokal maupun isu nasional. Ia juga menyoroti meningkatnya keresahan publik akibat praktik politisasi oleh pejabat.
“Kami datang bukan untuk gaduh, tapi menyampaikan suara rakyat. Wakil rakyat seharusnya hadir menjawab persoalan, bukan menghindar,” tegasnya.










