- PT Galaksi Yakusa Pers Layangkan Surat Keberatan Terbuka kepada UNIBA, Soroti Pembatalan Musicvers 2
- Mitra MBG di Jatim Cemas Kebijakan Baru, Khawatir Operasional Dapur dan Nasib Pekerja Terganggu
- Evaluasi MBG hingga Koperasi Merah Putih, Ini Sikap Cipayung Plus Jatim
- PRNU Lenteng Barat Luncurkan Program Kambing Bergilir, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga NU
- BRI Sumenep Hormati Proses Hukum Kasus Dugaan Fraud, Tegaskan Kebijakan Zero Tolerance
- HIMA 2026 Perkenalkan Logo Baru, Gaungkan Semangat Generasi Emas
- Grafiti Bernada Protes Ekonomi Muncul di Malang, Sentil Mahalanya Harga Kebutuhan
- Khidmat untuk Umat, Program Rumah Yatim Ansor Lenteng Dipuji Kemenag Sumenep
- Skandal MBG Menggelinding, LSM Bidik Ingatkan Tak Ada Pejabat yang Kebal Hukum
- LSM Bidik Minta Kejagung dan KPK Turun Tangan, Periksa Dugaan Jual Beli Titik MBG di Madura
Audiensi Sempat Tegang: AMS Usir Anggota DPRD Sumenep, Hanya Pimpinan yang Bertahan

Keterangan Gambar : Korlap Aksi, Ardianta Alzi Candra
Sumenep, angkasatunews.com — Audiensi antara Aliansi Masyarakat Sumenep (AMS) dengan DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sempat diwarnai ktegangan pada Selasa (02/09/2025) siang di lantai II kantor dewan.
Dalam forum tersebut, mahasiswa meminta 16 anggota DPRD yang hadir untuk meninggalkan ruangan.
Koordinator AMS, Ardianta Alzi Candra, menegaskan bahwa pihaknya hanya ingin berdialog langsung dengan empat pimpinan DPRD Sumenep.
Baca Lainnya :
“Tanpa mengurangi rasa hormat, dipersilahkan anggota yang lain keluar, yang kami butuhkan 4 pimpinan DPRD Sumenep,” kata Ardi di hadapan forum, Selasa (2/9).
Permintaan itu sempat ditanggapi Wakil Ketua DPRD Sumenep, Indra Wahyudi, yang menanyakan asal mahasiswa.
“Ini yang aliansi masyarakat bukan?” tanya Indra.
Berdasarkan pantauan di lokasi, 16 anggota DPRD yang awalnya hadir akhirnya meninggalkan ruangan. Menariknya, saat wartawan mencoba meminta komentar setelah mereka keluar, seluruh anggota dewan tersebut memilih tidak memberikan keterangan.
Sementara itu, Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, bersama tiga wakil ketua, Indra Wahyudi, Dul Siam, dan M. Syukri, tetap bertahan menemui delapan perwakilan AMS.
Diketahui sebelumnya, AMS sempat berencana menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Sumenep. Namun, rencana tersebut dialihkan menjadi audiensi resmi. Pertemuan itu dihadiri sekitar 18 anggota dewan, termasuk pimpinan fraksi serta unsur ketua dan wakil ketua DPRD.
Dalam kesempatan itu, Ardi menyampaikan bahwa AMS membawa aspirasi masyarakat terkait persoalan lokal maupun isu nasional. Ia juga menyoroti meningkatnya keresahan publik akibat praktik politisasi oleh pejabat.
“Kami datang bukan untuk gaduh, tapi menyampaikan suara rakyat. Wakil rakyat seharusnya hadir menjawab persoalan, bukan menghindar,” tegasnya.










