Breaking News
- PT Galaksi Yakusa Pers Layangkan Surat Keberatan Terbuka kepada UNIBA, Soroti Pembatalan Musicvers 2
- Mitra MBG di Jatim Cemas Kebijakan Baru, Khawatir Operasional Dapur dan Nasib Pekerja Terganggu
- Evaluasi MBG hingga Koperasi Merah Putih, Ini Sikap Cipayung Plus Jatim
- PRNU Lenteng Barat Luncurkan Program Kambing Bergilir, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga NU
- BRI Sumenep Hormati Proses Hukum Kasus Dugaan Fraud, Tegaskan Kebijakan Zero Tolerance
- HIMA 2026 Perkenalkan Logo Baru, Gaungkan Semangat Generasi Emas
- Grafiti Bernada Protes Ekonomi Muncul di Malang, Sentil Mahalanya Harga Kebutuhan
- Khidmat untuk Umat, Program Rumah Yatim Ansor Lenteng Dipuji Kemenag Sumenep
- Skandal MBG Menggelinding, LSM Bidik Ingatkan Tak Ada Pejabat yang Kebal Hukum
- LSM Bidik Minta Kejagung dan KPK Turun Tangan, Periksa Dugaan Jual Beli Titik MBG di Madura
Didik Haryanto Tekankan Peran Anak Muda dalam Melestarikan Batik Sumenep

Keterangan Gambar : Owner Batik Tulis Canteng Koneng, Didik Haryanto saat memberikan pelatihan membatik di lapas kelas IIA Mataram
Sumenep, angkasatu - Peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia untuk meneguhkan kembali kecintaan terhadap batik sebagai identitas bangsa.
Owner Batik Canteng Koneng Sumenep, Didik Haryanto, menyampaikan bahwa batik bukan sekadar kain bermotif, melainkan karya seni yang menyimpan nilai sejarah dan filosofi mendalam.
“Batik itu bukan hanya pakaian, tetapi juga cerita panjang tentang budaya, tradisi, dan jati diri bangsa. Hari Batik Nasional adalah pengingat agar kita tidak melupakan warisan leluhur ini,” ujar Didik Haryanto, Rabu (2/10/2025).
Sebagai penggiat sekaligus pelaku usaha batik di Sumenep, Didik menilai generasi muda harus didorong untuk lebih dekat dengan batik, baik melalui pendidikan maupun keterlibatan langsung dalam proses kreatifnya.
“Anak muda jangan hanya memakai batik ketika ada acara resmi. Mereka juga harus tahu cara membatik, makna motif, hingga bagaimana batik bisa menjadi peluang ekonomi kreatif,” tambahnya.
Menurut Didik, keberadaan Batik Canteng Koneng Sumenep sendiri tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga berkomitmen melestarikan tradisi membatik dengan menggandeng perajin lokal dan mengedukasi masyarakat.
“Motif batik Canteng Koneng ini lahir dari kekayaan alam dan budaya Sumenep. Ada yang terinspirasi dari laut, flora, hingga sejarah lokal. Inilah ciri khas yang membedakan batik Sumenep dengan daerah lain,” jelasnya.
Ia berharap, ke depan batik khas Sumenep bisa lebih dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional, tidak hanya sebagai busana, tetapi juga sebagai identitas kultural Madura.
“Momentum Hari Batik Nasional ini seharusnya mendorong pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk sama-sama menjaga keberlanjutan batik. Kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi?” tegasnya.
Dengan semangat itu, Hari Batik Nasional diharapkan tidak hanya sebatas seremonial, melainkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat batik sebagai warisan budaya sekaligus pilar ekonomi kreatif bangsa. (Adm)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments










